Perkandangan
Kandang merupakan unsur penting dalam usaha peternakan ayam. Kandang
dipergunakan mulai dari awal hingga masa berproduksi. Pada prinsipnya,
kandang yang baik adalah kandang yang sederhana, biaya pembuatan murah,
dan memenuhi persyaratan teknis (Martono, 1996). Hal yang perlu
diperhatikan dalam pembuatan kandang adalah: bentuk kandang dan kondisi
tempat yang tersedia, keadaan tanah yang akan dipergunakan, biaya yang
tersedia dan bahannya. Sedangkan fungsi kandang antara lain: untuk
berlindung dari panas dan hujan, dan untuk mempermudah tata laksana dan
untuk melindungi bahaya atau gangguan dari luar (predator).
Dalam perkandangan hal yang perlu dipehatikan adalah kebersihan, dan
perlengkapan dari kandang. Kebersihan kandang dapat dijaga melalui
sanitasi. Selain itu hal-hal seperti ventilasi, cahaya matahari, dan
konstruksi bangunan.
Perkandangan untuk ayam DOC dan ayam broiler dewasa mempunyai material
yang berbeda. Yaitu untuk DOC menggunakan lampu untuk menghangatkan
tubuh DOC. Sedangkan pada kandang untuk ayam broiler dewasa sudah tidak
diperlukan lagi. Pada kandang untuk DOC lampu digunakan sebagai pemanas,
hal tersebut dilakukan karena DOC belum dapat melakukan thermoregulasi
dengan sempurna. Sehingga untuk mendapatkan temperatur lingkunan yang
sesuai dilakukan pemanasan menggunakan lampu. Sedangkan untuk ayam
broiler sudah tidak diperlukan, karena pada ayam broiler dewasa telah
dapat mengatur thermoregulasi dengan sempurna.
Lokasi kandang
Kandang yang baik yang sesuai untuk peternakan ayam harus terletak di
lokasi yang lebih tinggi dari tempat sekitarnya, arah kandang menghadap
ke barat-timur, dan dipisahkan dari percampuran orang, predator maupun
unggas lain. (Martono, 1996)
Konstruksi kandang
Menurut Martono (1996) konstruksi kandang yang baik terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
Atap. Atap kandang diusahakan menggunakan genting, karena tidak mudah
menyerap panas yang bisa mengakibatkan temperatur di dalam kandang
menjadi tinggi. Kemudian bentuk atap yang biasa digunakan adalah atap
muka dua dengan lubang angin (=sistem monitor)
dan atap tunggal denga
lubang udara (sistem semi monitor).
Dinding. Dinding kandang biasa dibuat dengan menggunakan bahan bambu,
dan atau kawat. Celah celah pada dinding kandang hendaknya tidak dapat
diterobos binatang pengganggu maupun predator.
Ventilasi. Ventilasi disini diusahakan dibuat sebaik mungkin, sehingga
akan terjadi perputaran udara di kandang, yaitu udara kotor didalam
kandang akan keluar dengan mudah, dan digantikan dengan udara segar dari
luar kandang.
Cahaya matahari. Hal ini juga diusahakan, karena cahaya matahari dapat
menghambat pertumbuhan bibit penyakit, dan merupakan provitamin D.
Tipe Kandang
Bentuk kandang sebenarnya dapat dibangun sesuai selera dan kebutuhan
peternak.menurut Martono (1996) kandang yang biasa dipergunakan antara
lain:
Ren. Kandang yang mempunyai halaman pengumbaran sehingga ayam dapat
bergerak dengan bebas. Sistem kandang ini mempunyai dua bagian, yaitu
bagian kandang utama dan umbaran. Keuntungan sistem ren adalah ayam akan
mendapat cahaya matahari lebih, dan ayam bisa mendapatkan tambahan
pakan dari bagian umbaran. Kerugiannya antara lain penyakit akan dapat
menyebar secara cepat dan ayam yang produktif dan yang kurang produktif
sulit dibedakan.
Cage. Bangunan kandang berbentuk sangkar berderet menyerupai batere dan
alasnya dibuat berlubang (bercelah). Keuntungan sistem ini adalah
tingkat produksi individual dan kesehatan masing-masing terkontrol,
memudahkan tata laksana, penyebaran penyakit tidak mudah. Kelemahan
sistem ini adalah biaya pembuatan semakin tinggi, ayam dapat kekurangan
mineral, sering banyak lalat.
Litter. Merupakan kandang yang menggunakan litter sebagai alas
kandang.Keuntungan sistem ini adalah biaya relatif rendah,menghilangkan
bau kotoran,jika litter kering,pembuangan kotoran lebih
mudah.Kekurangannya adalah penyeberan penyakit lebih mudah ,pengawasan
kesehatan lewat kotoran sulit diamati.
Panggung.Sistem ini biasanya dibuat diatas kolam ikan Bahan yang biasa
digunakan untuk alas lantai adalah bambu yang dipasang secara berderet
agar ayam tidak terperosok.Kelebihannya adalah sisa pakan dapat
dimanfaatkan sebagai pakan ikan,penyebaran penyakit relatif rendah.
Kekurangannya jika jarak pemasangan bambu untuk alas terlalu lebar,akan
dapat mengakibatkan ayam terperosok,biaya pembuatan relatif mahal.
Tipe Atap Kandang
Atap kandang merupakan komponen kandang yang penting,karena atap kandang
akan melindungi ternak dari panas dan hujan.Tipe-tipe kandang menurut
Martono (1996) antara lain:
Monitor.
 |
| sistem monitor |
Tipe monitor yaitu atap kandang yang terdiri dari sisi pada bagian puncaknya.
Shade. Atap kandang yang hanya memiliki satu sisi dan digunakan pada kandang sempit
Saw thoth. Atap kandang yang terdiri atas beberapa sisi yang terputus dan membentuk celah sebagai ventilasi.
Gable. Atap yang terdiri atas dua sisi dan tidak terdapat lubang diatasnya.
Kandang System Litter
Ciri khas dari kandang sistem litter dapat dilihat pada bagian lantai.
Litter merupakan alas atau lantai kandang yang terbuat dari bahan-bahan
seperti sekam (kulit) padi, serbuk gergajian, tongkol jagung yang
dipecah-pecah, serta jerami dan ampas tebu yang dipotong-potong.
Bahan-bahan diatas dapat menyerap air dengan baik, sehingga lantai
kandang tidak mudah becek. Pemeliharaan ayam dengan sistem litter tidak
memerlukan halaman pengumbaran yang terpisah dari kandang sebagaimana
yang dijumpai dalam sistem ren. Segala aktivitas sehari-hari seperti
makan, minum dan sebgainya dilakukan didalam kandang.
Untuk membuat kandang dengan lantai seperti itu, peternak harus
mengeringkan bahan-bahan penyusun terlebih dahulu. Jerami atau sekam
padi dihamparkan diatas tikar dan dijemur dibawah terik matahari untuk
beberapa saat lamanya. Litter tidak boleh dimasukkan kedalam kandang
dalam keadaan basah atau lembab, karena suasana seperti itu dapat
mengundang kuman-kuman penyakit. Dengan pengeringan, maka kuman-kuman
penyakit akan terbasmi dan hama berupa binatang-binatang kecil yang
kemungkinan besar banyak terselip disela-sela bahan penyususn tersebut
dapat di singkirkan. Bahan penyusun setelah benar-benar kering dapat
ditaburkan secara merata ke seluruh bagian bawah kandang. Apabila sudah
mencapai ketinggian sekitar 15 cm, bagian permukaan dari litter tersebut
diratakan.
Keuntungan yang diperoleh dari sistem ini ialah pemeliharaan ayam jauh
lebih praktis sehingga lebih dapat menghemat tenaga. Kotoran dibersihkan
setiap dua bulan atau tiga bulan sekali bersamaan dengan pergantian
litter. Selain itu, bahan-bahan litter mengandung banyak vitamin B12
yang baik untuk pertumbuhan, karena jerami, sekam padi dan bahan
sejenisnya mempunyai kemampuan menahan panas sehingga suhu kandang pun
menjadi lebih hangat. Biaya pembuatan kandang relatif murah dan
menghemat banyak tempat karena tidak membutuhkan halaman pengumbaran.
Meskipun demikian, penyebaran penyakit dalam model kandang seperti ini
lebih cepat karena kontak langsung antara ayam yang sehat dan yang sakit
sangat mudah terjadi apalagi kalau litter tidak pernah dibersihkan dan
lembab. Litter yang lembab atau basah akan menjadi busuk sehingga
menjadi tempat yang sangat baik bagi organisme penyebab penyakit dan
parasit. Oleh sebab itu, peternak perlu menjaga supaya litter selalu
dalam kondisi kering dan tidak lembab.
Bentuk Kandang
Berdasarkan model konstruksinya, ada tiga bentuk kandang yang dapat
digunakan untuk pemeliharaan ayam ras petelur secara intensif, yaitu
sebagai berikut.
• Kandang Postal
Merupakan kandang yang tidak disertai dengan halaman umbaran yang
beralaskan liter, sehingga dalam pemeliharaannya ayam tidak dilepas dan
selalu terkurung sepanjang hari di dalam kandang. Kebutuhan luas kandang
per meter persegi adalah untuk 4-5 ekor ayam. Kelebihan menggunakan
model postal adalah lebih menghemat tempat karena tanpa halaman umbaran,
menghemat biaya, dan pembuangan kotoran lebih mudah. Kelemahannya
adalah pemeriksaan kesehatan terhadap ayam sakit lewat kotoran menjadi
sulit, jika ada ayam yang sakit dapat menular cepat, sering timbul
perkelahian, bila liter dalam keadaan lembab dapat menimbulkan penyakit.
• Kandang Ren
Kandang yang dibangun sebagian merupakan tempat yang tertutup untuk
tempat bertelur dan berteduh, dan sebagian lain adalah tempat yang
terbuka yang dibatasi oleh pagar yang merupakan halaman umbaran.
Kepadatan populasi per meter persegi adalah untuk 1 ekor ayam. Kelebihan
model ini adalah dapat memperoleh sinar matahari pagi. Kelemahannya
adalah kurang ekonomis, produktivitas masing-masing ayam sulit
diketahui, bila ada ayam yang sakit dapat menular dengan cepat.
• Kandang Bateray
Merupakan kandang yang berbentuk sangkar empat persegi panjang yang
disusun berderet-deret memanjang bertingkat dua ataupun bertingkat tiga,
dan setiap sangkar (ruangan) hanya menampung satu ekor ayam. Lantai
kandang merupakan bilah-bilah bambu ataupun kawat yang disusun tidak
rapat agar kotoran ayam dapat langsung jatuh ke tanah. Ukuran luas
sangkar kandang untuk satu ekor ayam adalah panjang 45 cm, lebar 25 – 30
cm dan tinggi 40 – 45 cm. Pintu kandang terletak di bagian muka, pada
sisi yang berukuran 40 – 45 cm x 25 30 cm. Model kandang ini paling
sesuai dengan dan efektif untuk daerah tropis yang panas dan lembab
seperti di Indonesia, serta cocok untuk lahan yang sempit.
Keuntungan kandang battery yaitu :
1. Sangat baik untuk pemeliharaan ayam pedaging/broiler. Laju pertumbuhan ayam tinggi dan penggunaan pakan sangat efisien.
2. Sangat baik untuk penggunaan ayam petelur periode produksi. Produksi telur tinggi dan penggunaan pakan sangat efisien.
3. Memudahkan pengontrolan dan pencegahan penyakit. Ayam yang kurang sehat dapat segera terdeteksi dan diisolasi.
4. Penularan penyakit secara horisontal (kontak langsung antar ayam) dapat dihindari.
5. Memudahkan seleksi dan culling bagi ayam yang tidak produktif guna meningkatkan efisiensi.
6. Kapasitas dapat ditingkatkan karena kandang dapat disusun bertingkat.
7. Kotoran mudah dibuang.
Kelemahan kandang battery yaitu :
1. Biaya perlengkapan dan peralatan kandang sangat besar.
2. Tenaga dan waktu untuk pengelolaan meningkat (memberi pakan, minum dan membersihkan kotoran).
3. Sering terjadi penyakit khas yaitu kelumpuhan (cage layer
fatique). Hal ini disebabkan oleh produksi telur yang tinggi sedangkan
kebutuhan kalsium tidak memadai.
4. Jika nutrien tidak sesuai kebutuhan atau kandungan nutrien tidak seimbang, mudah mengalami defisiensi.
5. Ayam mudah terluka dan kaki bubulen (telapak kaki mengeras)
sehingga ayam kesakitan dan stress. Sering terjadi kasus ayam terlalu
gemuk.
6. Tidak dapat digunakan untuk kandang ayam pembibit, kecuali dengan
sistem inseminasi buatan. Penempatan di bangunan utama dapat disesuaikan
dengan lebar kandang.
Syarat-syarat kandang
1). Lokasi kandang
• Kandang dibuat dilokasi yang relatif lebih tinggi dari daerah sekitarnya, tidak lembab, serta jauh dari kebisingan
• Aliran udara segar, terhindar dari aliran udara yang kencang
• Sinar matahari pagi bebas masuk kandang, tetapi pada siang hari tidak sampai masuk ke dalam kandang
• Agak jauh dari lokasi pemukiman dan masyarakat
• Agak jauh dari sumber air minum yang digunakan bersama masyarakat sekitar
2). Teknis kandang
• Konstruksi harus diusahakan cukup kuat, terutama tiang-tiangnya, meskipun menggunakan bahan bangunan sederhana
• Atap diusahakan dari bahan yang ringan dan memiliki daya serap panas
yang relatif kecil. Untuk lokasi di daerah panas, dapat menggunakan atap
rumbia atau ilalang, sedangkan di daerah dingin dapat menggunakan atap
seng
• Dinding harus diusahakan dari bahan bangunan seperti bambu yang
dianyam dan ventilasinya harus baik, supaya pertukaran udara dapat
berjalan secara teratur, dan diusahakan agar kambing tidak kena angin
keras secara langsung
Fungsi Kandang
Kandang yang baik dibuat memanjang dari arah Utara ke Selatan dari bahan
yang relatif menyerap panas (atap berwarna muda), murah, dan tersedia
cukup. Kandang merupakan sarana yang terpenting untuk terselenggaranya
usaha peternakan ayam secara intensif. Bagi pengusaha peternakan perlu
memahami arti pentingnya fungsi kandang yang dipaparkan sebagai berikut.
1. Memberikan kenyamanan dan melindungi ternak dari panasnya sinar
matahari pada siang hari, hujan, angin, udara dingin dan untuk mencegah
gangguan seperti predator.
2. Memudahkan tata laksana yang meliputi pemeliharaan dalam pemberian
pakan dan minum, pengawasan terhadap ayam yang sehat dan ayam yang
sakit.
3. Memudahkan dalam pengambilan telur dan pengumpulan kotoran untuk pupuk kandang.
Persiapan Kandang dan Peralatan
Persiapan kandang membutuhkan waktu yang relatif lama karena kandang
dibersihkan dan diistirahatkan, yang dilakukan agar siklus penyakit
terputus sebelum pemeliharaan ayam dimulai. Tahapan persiapan kandang
yang harus dilakukan adalah: penyemprotan kandang dengan obat kutu.
Pengangkatan litter bekas. Penyemprotan kandang dengan obat kutu
kembali. Pencucian kandang dengan air dan deterjen. Perbaikan fisik
kandang. Penyemprotan dengan long life dosis 2,5 ml/l air. Pemasangan
chick guard dan gasolek. Fumigasi dengan tiga kali kekuatan. Sekam
ditabur ke dalam chick guard dan difumigasi dengan cypper killer 3g/ 2 l
air.
Peralatan yang digunakan pada periode starter yaitu tempat pakan, tempat
minum, koran sebagai alas, alat pemanas (gasolek) dan chick guard
(lingkar pembatas). Peralatan harus dalam keadaan bersih agar anak ayam
terhindar dari penyakit.
Dalam chick guard (lingkar pembatas) dipasang sebuah gasolek pada
ketinggian 1,0-1,2 m dengan kemiringan 45°. Kapasitas satu chick guard
untuk 500-750 ekor. Menurut Sudaryani dan Santoso (2004), empat jam
sebelum DOC datang, pemanas sudah dinyalakan sehingga pada saat DOC
datang suhu sudah stabil yaitu 35°C. Tempat pakan dan minum diletakkan
di dalam chick guard yang telah dialasi Koran. Tempat pakan yang
digunakan yaitu feeder tray dan tempat minum berbentuk galon. Tempat
pakan dan tempat minum disusun secara selang-seling dan melingkar
mengikuti chick guard. Air minum yang digunakan air dengan campuran gula
5 g/l air.
Peralatan Kandang
Peralatan yang digunakan pada setiap kandang diantaranya cooling pad,
blower, tirai, tempat pakan, tempat minum, nest box, lori gantung dan
egg tray.
Cooling Pad
Cooling pad yaitu serangkaian alat yang berfungsi sebagai pendingin
otomatis atas kerja sinyal dari perubahan suhu kemudian diteruskan ke
panel set point. Cooling pad terbuat dari bahan selulosa yang disusun
bergelombang berbentuk wafer yang disebut cell deck berukuran tinggi 150
cm dan lebar 60 cm. Cooling pad dipasang di sebelah kiri kanan kandang
dengan panjang 10 m di pen satu. Cooling pad dilengkapi dengan bak
berisikan air dan tirai hitam yang berfungsi mengatur pemasukan udara
segar yang diperlukan ayam.
Cooling pad akan bekerja jika seluruh kipas telah beroperasi dan suhu di
dalam kandang telah mencapai 30 oC. Pipa cooling pad akan mengalirkan
air selama dua menit dan berhenti selama enam menit yang diatur secara
otomatis dengan time switch. Air akan mengalir melewati lubang-lubang
kecil pada pipa cooling pad. Air yang mengalir menyebabkan cell deck
menjadi basah. Udara bersih masuk melalui cell deck seiring dengan air
yang merembes masuk melalui cell deck sehingga udara menjadi sejuk dan
dingin. Udara dingin dan sejuk disebarkan ke seluruh ruangan kandang
melalui bantuan exhaust fan. Menurut Jahja (1995), suhu yang ideal untuk
pemeliharaan ayam berkisar antara 18-27 oC.
Exhaust Fan
Exhaust fan atau kipas adalah alat untuk menarik/ menyedot udara ke luar
dari dalam kandang dan udara segar masuk melalui cooling pad. Fan yang
dimiliki perusahaan berdiameter 140 cm dan berkapasitas 20.000 cfm/kipas
yang diletakkan pada bagian belakang kandang. Pada waktu pengamatan
terdapat 6 fan yang digunakan dalam satu kandang. Jumlah kipas yang
beroperasi tergantung pada suhu di dalam kandang. Setiap kenaikan suhu 2
oC di dalam kandang, akan mengoperasikan kipas tertentu secara
otomatis. Sebaliknya, pada penurunan suhu di dalam kandang akan
menghentikan fungsi kipas tertentu pula.
Pada prinsipnya, udara kotor akan diganti dengan udara bersih yang masuk
melalui cell deck. Untuk mengoptimalkan pergantian udara dalam kandang,
maka laju kecepatan udara per meter per detik sangat penting untuk
diperhatikan karena kecepatan udara sangat menentukan dalam proses
pendinginan tubuh ayam.