Tampilkan postingan dengan label itik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label itik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2012

TERNAK ITIK POTONG BANGKRUT

BETERNAK ITIK MEMANG MENJANJIKAN,,, TP JIKA PRODUKSI BERLEBIH KARENA TERLALU BANYAK PETERNAK SEDANGKAN PEMASARANNYA TERBATAS MAKA SECARA OTOMATIS HARGA AKAN ANJLOK BAHKAN MUNGKIN TIDAK LAKU... 

hal inilah yang menimpa peternak itik di Kabupaten Lamongan yang mengalami kerugian yang membuat mereka gulung tikar .
ini cerita peternak di Kabupaten Lamongan. Bagaimana cerita anda????
BACA SELENGKAPNYA »»  

Minggu, 05 Agustus 2012

Bebek Hibrida, Varietas Baru Bebek Unggulan Dalam Bisnis Unggulan


Unggas yang satu ini tak diperlukan panjang lebar kata untuk menjelaskannya. Ya, siapasih yang  tak kenal dengan “bebek” ? Dagingnya yang  gurih menjadikannya sebagai kegemaran bahkan primadona makanan bagi sebagian besar orang. Banyak kita jumpai warung makan kaki lima hingga restoran berkelas yang menyajikan olahan daging bebek sebagai menu utama mereka. Inilah yang  membuat usaha peternakan bebek memiliki potensi bisnis sangat menggiurkan. Kebutuhan daging bebek yang  terus meningkat dan semakin tak terjangkau oleh kemampuan penyediaan peternak bebek semakin menambah besar potensi bisnis peternakan bebek. Namun sayang, hal ini pulalah yang  justru membuat bebek semakin langka dan terancam “keberadaannya”, mengapa ? Sebagaimana kita ketahui bahwa supplai daging bebek berasal dari bebek afkir, yakni bebek yang  sudah tidak produktif. Namun karena permintaan pasar yang begitu besar akan daging bebek membuat banyak peternak menjual bebek yang masih produktif. Tanpa disadari tindakan ini menyebabkan berkurangnya jumlah bebek produktif yang tentu saja berakibat pada menurunnya “produktifitas” peternakan itu sendiri.
Kondisi inilah yang membuat sebagian peternak berfikir bagaimana mencegah “hal” tersebut terjadi. Para peternak ini kemudian melakukan proses persilangan antar varietas bebek untuk memperoleh bebek unggulan, salah satu hasilnya adalah bebek hibrida. Bebek hibrida merupakan hasil persilangan antara bebek Peking jantan dengan bebek local (Mojosari, JawaTimur)  betina. Bebek hibrida memiliki cirri fisik menyerupai bebek local hanya lebih gemuk dibagian bawah perutnya. Menurut salah seorang peternak bebek hibrida, Budi, yang telah menekuni peternakan bebek hibrida ini varietas bebek hibrida memiliki banyak keunggulan dibanding bebek biasa.

Keunggulan bebek hibrida

  • Pertumbuhan daging yang cepat. Untuk mencapai berat badan 1,4 – 2 kg hanya diperlukan waktu pemeliharaan antara 40 – 50 hari. Berbeda dengan bebek lokal yang memerlukan waktu pemeliharaan hingga 3 atau 4 bulan.
  • Tingkat FCR tinggi. FCR atau Food Convertion Rate adalah kemampuan ternak dalam menyerap nutrisi yang diberikan untuk pertumbuhan. Semakin tinggi tingkat FCR menunjukkan semakin bagus kemampuan ternak dalam menyerap nutrisi yang diberikan. Bebek hibrida memerlukan pakan sekitar 2,7 kg untuk mencapai berat ideal 1,6 – 2 kg. Berbeda dengan bebek lokal yang memerlukan pakan hingga 4 kg hanya untuk mencapai berat badan 1,2 – 1,4 kg.
  • Rasa daging yang lembut dan gurih. Rasa daging bebek hibrida sangat gurih seperti bebek local namun memiliki tingkat kelembutan atau tekstur daging seperti bebek Peking.
  • Daya tahan tubuh bagus. Bebek hibrida memiliki daya tahan tubuh bagus sehingga tingkat atau rasio kematian kecil.
  • Masa panen cepat dan ongkos produksi yang rendah. Pertumbuhan daging yang cepat dan tingkat FCR yang tinggi menjadikan bebek hibrida sebagai primadona baru dalam usaha peternakan unggas. Bebek hibrida bisa dipanen dalam waktu 40 – 50 hari dengan biaya operasional lebih rendah, yang tentu saja ini sangat menguntungkan bagi peternak bebek hibrida.
Sistem kandang kering dalam peternakan bebek hibrida

bebek unggulan
Menurut Budi, bebek adalah jenis unggas yang suka berkubang dalam air. Namun kebiasaan berkubang ini rentan menyebabkan kematian pada bebek dibawah umur 2 minggu. Untuk menyiasati hal tersebut, Budi menggunakan system kandang kering dalam peternakan bebek hibrida miliknya. Sistem kandang kering ini menggunakan media sekam padi sebagai alas kandangnya dengan air minum yang selalu tersedia yang ditempatkan dalam tempat minum unggas yang biasa dipakai dalam peternakan ayam.
Pemberian pakan ternak bebek hibrida
Untuk bebek hibrida usia 1 – 21 hari, Budi menyarankan untuk diberikan pakan murni pedaging yang banyak terdapat dipasaran. Sedangkan bebek hibrida usia 3 minggu sampai panen, pakan yang diberikan bisa berupa oplosan antara pakan murni pedaging dengan pakan buatan sendiri. Budi mengaku biasa membuat sendiri olahan atau campuran pakan bebek hibrida ternakannya. Pakan tersebut berasal dari :
  • Dedak dengan komposisi jumlah 20 – 30 %
  • Tepung jagung dengan komposisi 40 – 50 %
  • Sisa ikan kering sebagai pelengkap
Peluang bisnis usaha peternakan bebek hibrida
Menurut Budi, sampai saat ini masih ada kekurangan supplai DOD bebek hibrida. Dengan harga DOD bebek hibrida +- Rp. 8.000,- per ekor ini justru membuka peluang variasi bisnis ternak bebek hibrida, yakni penyediaan DOD. Selain itu peternak juga bisa menyediakan bebek hibrida remaja, usia 2 – 3 minggu. Hal ini karena banyak peternak, terutama peternak pemula yang merasa lebih mudah dan tidak beresiko membesarkan bebek hibrida mulai dari usia 2 minggu keatas. Yang terakhir tentu saja peluang bisnis pembesaran bebek hibrida itu sendiri. Meski tidak memberikan angka pasti saat ditanya keuntungan beternak bebek hibrida, Budi yang belum genap setahun beternak bebek hibrida ini mengaku sudah mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah. Hal ini disebabkan tingkat keuntungan yang sangat tinggi sebagai hasil dari masa panen yang cepat dan biaya pakan yang murah.
BACA SELENGKAPNYA »»  

Pakan itik Fase Starter

pakan konsentrat, pakan itik fase starter Masa pemeliharaan itik periode awal (starter) adalah masa paling menentukan, bagaimana tidak kalau sampai kita salah dalam menerapkan manajemen pemeliharaan pada umur tersebut akan bisa berbuntut panjang.  Buntut panjang yang kita maksud seperti laju pertumbuhan yang kurang maksimal, tidak bisa berproduksi pada umur yang diharapkan, tingkat produksi telur yang rendah dan bahkan umur produksi telurnya pendek. Oleh karena itu dengan sedikit berbekal pengetahuan tentang pakan itik fase starter tentu tidak ada salahnya.
Kita ketahui bersama fungsi pakan pada makhluk hidup terutama ternak adalah sebagai penghasil energy. Setelah energy terbentuk maka akan dipergukan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya (memelihara jaringan tubuh), kalau ada kelebihan energy akan dipergunakan untuk berproduksi (telur dan daging) dan bereproduksi. Pemberian pakan pada anak itik (DOD) masih disalurkan untuk kebutuhan pokoknya yaitu tumbuh dan berkembang, sehingga kalau kebutuhan pakan pada periode starter  terpenuhi dengan baik maka pembentukan dan pertumbuhan jaringan tubuh (kulit, daging, otot dan tulang) akan berjalan dengan baik pula.
Pakan untuk anak itik periode starter baik untuk itik jantan tujuan pedaging atau itik betina tujuan petelur adalah sama, yang menjadikan sedikit berbeda antara itik pedaging dan itik petelur adalah ketika itik tersebut memasuki umur 60 hari. Pada pemeliharaan itik jantan maka umur tersebut bisa dikatakan sebagai fase finisher bahkan di beberapa tempat pemeliharaan itik jantan hanya 35-40 hari sudah bisa mencapai berat 1-1,3 kg. Sedangkan pada pemeliharaan itik betina umur tersebut baru dikatakan menginjak fase grower .
Perlu diketahui bahwa persyaratan mutu standar kebutuhan pakan anak itik untuk fase starter adalah sebagai berikut : protein kasar 20%-22%, energy metabolisme 2900-3000 kkal/kg, lemak 3,5%, serat kasar 4-7%, kalsium 0.6-1.06%. Tingginya kebutuhan kadar protein dalam pakan anak itik dikarenakan pada masa ini anak itik membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang guna menunjang perkembangan jaringan tubuhnya serta untuk menjaga ketahanan tubuh dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang baru, baik karena cuaca dingin maupun panas atau karena pindah kandang (membeli bibit dari tempat lain).
Mungkin dikarenakan ketidaktahuan atau apalah istilahnya, kadang ada peternak yang hanya memberikan pakan ala kadarnya saja sejak umur DOD seperti dedak saja, dedak+nasi kering, atau hanya limbah dapur. Sebenarnya tidak masalah, akan tetapi anak itik akan mengalami pertumbuhan yang lambat dan ini tentunya tidak efisien untuk usaha pembesaran. Maksud hati ingin berhemat akan tetapi secara tidak sadar bahwa anda sudah menanam pemborosan waktu. Ingat bahwa prinsip usaha penggemukan adalah bagaimana mendapatkan berat badan ideal pada umur yang singkat. Kiranya kita perlu menghitung ulang tingkat efisiensi antara pemberian pakan yang sedikit mahal dalam waktu yang lebih pendek dengan pemberian  pakan yang murahan tapi dalam jangka waktu lebih lama. Coba anda hitung dan bandingkan kembali!!!
Ragam cara pemberian pakan pada anak itik :
Cara pemberian basah
Cara pemberian pakan secara basah yaitu pakan itik yang berupa konsentrat dicampur dengan air. Keadaan atau bentuk pakan setelah dicampur dengan air adalah pakan tersebut tidak sampai mengeluarkan air kalau kita peras (mamel=jawa). Ada sedikit catatan kalau kita menggunakan pakan basah yaitu frekuensi pemberian pakan haruslah ditingkatkan. Karena pakan bentuk basah gampang mengundang bibit penyakit terutama jamur. Makanya pemberian nya mesti sedikit-sedikit tapi langsung habis.
Cara pemberian kering
Cara pemberian pakan kering adalah bahan pakan yang ada semisal pakan konsentrat langsung kita berikan begitu saja. Memang cara ini terlihat praktis dan lebih aman akan tetapi bagi ternak sendiri sepertinya kurang bisa menikmati sajian tersebut. Dan kalau kita perhatikan maka banyak pakan yang terbuang karena bentuk anatomi paruh itik/bebek berbeda dengan paruh ayam. Kalau kita memilih cara ini maka tempat minum jangan diletakkan berjauhan karena anak itik yang diberi pakan dengan cara ini perlu segera minum.
Terlepas dari cara pemberian pakan, maka menurut kami yang paling praktis adalah menggunakan pakan konsentrat buatan pabrik (maaf bukan promosi), karena standar nutirisi pakan konsentrat buatan pabrik sudah sesuai dengan kebutuhan ternak. Kalau anda protes tentang harga pakan pabrik yang mahal, memang begitulah keadaannya. Pemerintah saja tidak kuasa mengendalikan harga pakan ternak apalagi kita. Harga pakan pabrik kadang dikendalikan oleh bahan-bahan yang masih impor akan tetapi standar naik-turun nya harga belum pernah kita temukan apa pastinya. Salah satu cara agar pakan yang kita berikan bisa lebih efisien adalah dengan mengupayakan sedemikian rupa agar pakan tidak banyak yang terbuang.  Bisa dengan memilih salah satu cara pemberian pakan, memilih bentuk wadah pakan yang tepat, dan usaha pengontrolan pemberian pakan.
Pemberian pakan konsentrat buatan pabrik disarankan sampai umur 3 minggu, setelah itu pakan bisa diganti berupa campuran pakan konsentrat dengan dedak atau pakan alternatif lainnya. Mengapa mesti pakan konsentrat? Karena pemberian pakan konsentrat sangat mudah dan anda tidak perlu repot-repot lagi untuk menghitung kebutuhan nutrisinya segala. Kegiatan anda yang terpenting pada umur ini adalah kita berkonsentrasi terhadap keadaan/kondisi DOD karena pada umur ini rawan terhadap kematian. Pergunakanlah waktu anda untuk memperhatikan dengan seksama tingkah laku DOD, begitu muncul masalah (penyakit atau lainnya) segera atasi dan jangan biarkan masalah berlarut. Kalaupun anda mencampur pakan untuk pakan DOD belum tentu komposisi nutrisi sudah tepat, malah efek dari pencampuran pakan yang tidak tepat siap menanti dan menjadi masalah bagi anda nantinya.
Saran : Setelah lepas masa starter dan agar tercapai nilai ekonomis, harga pakan yang selama ini menjadi kendala dapat ditekan serendah mungkin dengan pemanfaatan bahan-bahan yang mudah didapat, murah harganya  dan nilai gizi yang cukup tinggi. Misalnya protein yang di dapat secara murah, yakni melalui pemanfaatan limbah-limbah hasil kelautan atau tambak, daging bekicot, limbah industry pengolahan ikan dan lain-lain. Bisa juga dengan menambahkan enzym-enzym pencernaan agar didapatkan pertumbuhan yang lebih cepat.
sumber:www.sentralternak.com,
BACA SELENGKAPNYA »»  

Meramu dan Membuat Pakan Unggas Sendiri

Meramu dan Membuat Pakan Unggas Sendiri



bahan pakan ternak, ternak ayam kampung, ayam kampungwww.sentralternak.com, Pakan unggas? Mungkin suatu istilah momok lama bagi peternak unggas terutama para peternak ayam ras (pedaging dan petelur). Bagaimana tidak, harga pakan yang tidak bisa stabil ditambah harga produk yang ikut tidak stabil salah satunya adalah karena pengaruh dari pakan. Maka tak sedikit para peternak ayam ras yang stress, merugi sampai gulung tikar karena tidak bisa mengikuti permainan harga pakan sehingga beralih usaha kepada jenis usaha yang mempunyai ‘sedikit’ kestabilan harga baik harga untuk pakan maupun harga hasil produknya. Ada yang banting setir untuk mencoba beternak ayam kampong, itik petelur dan pedaging, bahkan ada yang mencoba beternak kambing dan sapi. Salah satu penyebab berfluktuasinya harga pakan ayam ras adalah ada beberapa komponen bahan penyusun pakan yang mesti harus impor.
Banyaknya pemain baru dalam bisnis ayam kampong kami rasakan sendiri sebagai penyedia DOC ayam kampong. Saat sekarang ini kami merasa kewalahan melayani pesanan DOC ayam kampong dari berbagai penjuru nusantara. Tak kurang dari 4000-5000 ekor DOC ayam kampong kami produksi  per minggunya, tapi karena jumlah permintaan yang melebihi kapasitas produksi maka pembeli harus indent (pesan).
Banyaknya peternak ayam kampong yang sadar dan melakukan kegiatan usaha beternak ayam kampongnya beralih dari system pemeliharaan ekstensif ke system pemeliharaan secara intensif. Karenanya factor pakan tidak bisa diabaikan dan perlu mendapat perhatian lebih karena pakan mempunyai pengaruh besar dalam model pemeliharaan secara intensif. Pakan ayam kampung sebenarnya masalah sederhana, akan tetapi muncul pertanyaan, apakah efisien kalau kita memberikan pakan ala kadarnya atau dengan memberikan pakan ayam ras pada ayam kampong kalau dilihat dari tingkat produksinya? Dan setelah dihitung dan di ambil kesimpulan bahwa memang sangat tidak efisien kalau kita berikan pakan ala kadarnya atau pakan ayam ras full kepada ayam kampong. Maka usaha apa yang sekiranya bisa dilakukan untuk menekan biaya pakan dan keuntungan bisa meningkat ?
Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dengan membuat pakan sendiri untuk ayam kampong setelah melakukan usaha penghematan dengan efisiensi penggunaan pakan.  Jangan terbayang dulu masalah kerumitan dan njlimet urusan membuat dan mencampur pakan sendiri. Kalau mau belajar insyaallah semua bisa diselesaikan yang penting kedepankan dulu sikap kemauan dan rasa optimis tinggi. Seorang peneliti tidak mesti hanya sekali dalam menemukan karyanya, yang terpenting adalah terus berusaha menemukan.
Pemberian pakan pada ayam kampong pada dasarnya sama dengan ayam ras yakni berdasar pada tingkat umur, fase pemeliharaan, dan system pemeliharaan yang digunakan. Pakan untuk ayam kampong tidak boleh diabaikan. Mengapa? Karena pakan adalah aspek yang sangat vital bagi kehidupan ayam. Tanpa adanya pakan yang tercukupi kebutuhan nutrisinya maka pertumbuhan ayam kampong akan terganggu.  Berikut akan kami sajikan tabal kebutuhan protein dan energy metabolisme sesuai tingkatan fase pemeliharaan.
Tabel 1. Kebutuhan protein dan energy metabolisme untuk ayam kampung pedaging
Fase pemeliharaan
Protein (%)
Energi metabolisme (kkal/kg)
Brooding (1-14 hari)
22
3050
Starter (14-30 hari)
20
3100
Grower (31-60 hari)
19
2900
Finisher (>61hari)
16-18
3000
Banyak pilihan untuk menyajikan paka ayam kampong antara lain dengan pakan jadi buatan pabrik dan meramu pakan sendiri. Untuk pakan yang perlu mencampur dan meramu sendiri ada hal yang perlu diperhatikan supaya kandungan nutrisi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh ayam kampong berdasar fase pemeliharaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
  1. Kandungan nutrisi bahan pakan yang akan dijadikan campuran atau untuk meramu pakan
  2. Ketersediaan bahan yang kontinyu dan stabil dalam hal kualitas
  3. Bahan tersebut tidak bersaing dengan kebutuhan pokok manusia (food)
  4. Harga bahan baku relatif murah dan terjangkau
Berikut akan kami sajikan contoh perhitungan dan meramu pakan ayam kampong secara sederhana :
Kita akan menyusun pakan untuk ayam kampong fase grower. Kalau berdasarkan table di atas, kebutuhan protein ayam kampong periode grower sebesar 19%. Bahan yang akan kita pakai untuk mencampur  adalah bahan yang mudah di dapat seperti pakan konsentrat ayam petelur (40%), jagung (45%), dan dedak/bekatul (15%). Kandungan protein masing-masing bahan pakan anda bisa lihat pada table 3. Sehingga hasil perhitungannya adalah sebai berikut :
Konsentrat 40% x 34% =13.6, jagung 45% x 9.0% = 4.0, dan bekatul 15% x 10.2% = 1.5 sehingga nilai hasil protein yang diperoleh adalah 13.6 + 4.0 + 1.5 = 19.1, sehingga dapat disimpulkan bahwa ransum yang kita campur sudah sesuai dengan kebutuhan ternak kita (ayam kampong).
Dengan terpenuhinya nutrisi pakan yang cukup maka kita akan bisa memantau jumlah komsumsi pakan dan berat badan mingguan ternak ayam kampong kita :
Table 2. Konsumsi pakan dan berat ayam kampong standart
Umur (minggu)
Konsumsi pakan (gr/ekor/mgg)
Berat badan (gr/ekor)
1
50
80
2
90
120
3
160
210
4
260
280
5
260
350
6
290
460
7
340
520
8
390
590
9
440
640
10
480
700
11
530
760
12
590
810
Angka yang menunjukkan berat badan ayam kampung di atas adalah termasuk angka yang rendah dan cukup standar, kenyataan di lapangan menunjukkan sekitar 10-20% dari ayam kampong  yang kita pelihara sudah bisa mencapai berat 600-800 gram pada umur 8-9 minggu.
Untuk membantu anda yang masih penasaran dan ingin mencoba meramu dan mencampur pakan ayam kampong sendiri, berikut akan kami sajikan tabel beberapa kandungan nutrisi bahan pakan yang mudah untuk kita jumpai.
Table 3. kandungan nutrisi beberapa bahan pakan yang biasa digunakan untuk pakan unggas :
Bahan baku
Protein (%)
Lemak (%)
Serat kasar (%)
Energi (kkal/kg)
Batas (%)
Bekatul 10.2 7.9 8.2 1.630 75
Broiler konsentrat 41-42 6 5 2800 40
Bungkil kedelai 41.7 3.5 6.5 1.540 30
Bungkil kelapa 20.5 6.7 12 1.540 15
Gandum 11.9 1.9 2.6 3.000 20
Jagung 9 3.8 2.5 3.430 50
Layer konsentrat 32-34 6 6 2500 40
Pollard 16.2 4.3 7.7 2.970 25
Sagu 1.9 1.19 4.68 2.630 25
Tepung bekicot 60.9 7 4.5 3.010 3
Tepung gaplek 1.5 0.7 0.9 2.970 20
Tepung ikan 53.9 4.2 1 2.640 20
Tepung tulang 12 3 2 - 5
Sekali lagi, ini adalah perhitungan sederhana dan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi peternak pemula.  Saran dan kritik selalu kami nantikan untuk perbaikan kita bersama*(SPt)
Anda dapat mencopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com
BACA SELENGKAPNYA »»  

Langkah Pembesaran Itik Pedaging Hari per Hari

Langkah Pembesaran Itik Pedaging Hari per Hari

www.sentralternak.com, Tidak bisa dipungkiri bahwa ketersediaan bibit itik pedaging dari jenis itik jantan, tiktok, enthok, peking atau jenis itik pedaging lainnya masih sangat terbatas, begitu juga suplai daging itik yang berasal dari itik petelur yang sudah afkir. Permintaan akan daging itik potong baik itik jantan muda atau itik petelur afkir kian meningkat dan belum bisa terpenuhi secara optimal dari sumber-sumber  di atas. Sehingga alternatif pilihan akhirnya jatuh pada itik jantan atau itik pedaging lainnya  yang dibesarkan sekitar 35-40 hari. Dulu itik jantan potong dipandang sebelah mata karena kurang berperannya dalam sektor perunggasan, akan tetapi sekarang menjadi bahan rebutan.
Berikut akan kami sajikan langkah-langkah sederhana untuk peternak pemula yang ingin terjun dalam bisnis pembesaran itik pedaging. Langkah berikut berpedoman pada pola pemeliharaan itik pedaging terutama itik jantan mojosari dengan system pemeliharaan intensif. Artikel ini masih bersifat gambaran umum langkah pembesaran itik pedaging, sehingga sangat sederhana dan mungkin masih memerlukan keterangan lanjutan. Karena kami ingin berusaha menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca semua sehingga dapat membantu anda untuk menguasai teknik atau cara beternak dengan cepat dan tepat.
Langkah untuk memulai beternak itik jantan potong :
H-30
  • Pembuatan kandang bok beserta perlengkapan kandang (tempat pakan, tempat minum, pemanas/brooder)
  • Mencari sumber informasi penyedia bibit itik pedaging (DOD) yang terpercaya
  • Memperkaya pengetahuan cara beternak itik pedaging dengan banyak membaca buku, mengikuti training, atau konsultasi langsung kepada ahli
  • Mencari informasi pengepul/penampung hasil panenan itik pedaging
H-7
  • Penyucihamaan kandang dengan desinfektan
  • Memastikan untuk memesan DOD itik pedaging kepada produsen, akan tetapi alangkah baiknya kalau anda sudah memesan sebelumnya karena pada saat-saat tertentu biasanya ketersediaan DOD sangat terbatas.
H-2
  • Pembelian pakan starter
  • Pembelian vitamin (vitachick, vitastress, rhodivit, sorbitol, dan lain sebagainya)
  • Pembelian obat dan preparat antibiotika (anti snot, teraphy, teramycin, coccidiostat, dll) sebagai langkah persiapan kalau gejala penyakit datang dengan tiba-tiba.
H-1
  • Memeriksa kembali kesiapan kandang bok, pemanas (brooder), jumlah tempat pakan dan minum
  • Mempersiapkan bahan (bukan mencampur) seperti gula putih/merah, susu, extrajoss, dsb sebagai minuman khusus untuk DOD yang baru datang apabila anda mendatangkan DOD nya dari tempat lain
H (Kedatangan DOD)
  • Penanganan DOD apabila didatangkan dari tempat lain seperti pemberian air minum yang dicampur dengan gula (gula pasir/merah), susu, minuman elektrolit dan lain sebagainya
  • Seleksi dan pemisahan bibit (terlihat sakit, omphalitis, agak kerdil, dll)
  • Mengganti air gula atau lainnya (ketika DOD datang) ½ - 1 jam kemudian dengan air minum biasa atau bisa juga ditambahkan vitamin untuk merangsang nafsu makan DOD
  • Pemberian pakan (bentuk tepung lebih bagus) ½ - 1 jam setelah air gulan diganti dengan jumlah sedikit demi sedikit terlebih dulu akan tetapi frekuensinya lebih sering
  • Mengurangi jumlah tempat air minum pada malam hari dan kalau anda menggunakan wadah minum berbentuk cekungan maka sebaiknya cekungan tersebut diisi batu kerikil atau kelereng.
H+1 sampai H+14
  • Pemberian pakan starter bentuk tepung dengan frekuensi bisa sampai 5x dalam sehari. Pakan dicampur dengan sedikit air agar mudah ditelan
  • Air minum selalu tersedia
  • Membersihkan kandang (sanitasi)
  • Melepas pemanas atau mengurangi panas pada hari H+14 apabila kondisi anak itik sudah kuat untuk menahan hawa dingin. Apabila dirasa belum kuat pemanas bisa diteruskan sampai hari H+20 akan tetapi suhu/watt lampu perlu diturunkan
  • Pembelian pakan grower dan bahan pakan alternatif
H+14 sampai H+20
  • Pemberian pakan grower yang dicampur dengan pakan alternatif lainnya dengan frekuensi bisa sampai 3x dalam sehari. Pakan dicampur dengan sedikit air (tidak sampai berair)
  • Air minum selalu tersedia
  • Membersihkan kandang (sanitasi)
  • Pemberian obat anti stress pada H+20 apabila itik akan dipindah ke kandang ren/postal
H+21 sampai H+30
  • Pindah ke kandang yang lebih besar
  • Melepas pemanas apabila pada H+14 belum di lakukan
  • Sama dengan manajemen pemeliharaan H+20
  • Penambahan obat anti stress pada H+21 apabila efek stress masih terlihat
  • Penambahan sekam, jerami atau bahan alas (litter) lainnya sebagai tempat tidur itik dan agar kondisi kandang tidak terlalu lembab dan berdebu
H+31 sampai H+35
  • Seleksi itik yang memenuhi kriteria sudah layak jual (berat 1-1,3kg)
  • Mengundang calon pembeli atau mencari pembeli lain untuk bahan perbandingan harga. Hal ini tidak berlaku bagi peternak yang sudah melakukan kontrak harga sebelumnya
  • Manajemen pemeliharaan harian tetap berlangsung
H+36 sampai panen
  • Penjualan itik siap potong
  • Pengosongan kandang
Setelah panen
  • Membersihkan kandang dan peralatan kandang
  • Mengurai/membongkar bahan alas kandang atau menggantinya
  • Kandang diistirahatkan total
  • Penyucihamaan kandang dengan desinfektan dan apabila berencana memasukkan DOD untuk tahap II maka langsung kembali ke langkah H-7. *(SP.t)
Dengan menerapkan manejemen pemeliharaan yang benar dan tepat serta kedisplinan kita dalam mengatur waktu, insyaallah kita tinggal menunggu hasil akhirnya. Dalam menanti hasil jangan lupa untuk banyak-banyak berdo’a kepada sang Pemberi Rizki agar rizki yang diturunkan akan membawa berkah. Tanda dari rizki yang berkah adalah rizki tersebut membawa manfaat bagi kita dan terus berkembang.*(SP.t)
Anda dapat mencopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com
BACA SELENGKAPNYA »»  

Model Budidaya Bebek Peking



Model Budidaya Bebek Peking

Bisnis Bebek PekingBudidaya bebek peking dapat dilakukan dalam beberapa model pemeliharaan. Model pemeliharaan bebek peking yang lazim dilakukan antara lain dengan sistim ekstensif, semi intensif dan pemeliharaan intensif.
Budidaya bebek peking dengan cara pemeliharaan ekstensif merupakan cara tradisional dimana bebek dipelihara dengan cara digembalakan tanpa memperhatikan kandang maupun makanan, karena ternak-ternak tersebut dilepas di tempat-tempat yang mempunyai sumber pakan alami misalnya didaerah-daerah pesawahan yang baru panen.
Pemeliharaan dengan system Semi Intesif, dimana ternak-ternak yang dipelihara sudah memperhatikan kandang ternak dan diberi makan tetapi sewaktu-waktu dilepas untuk mencari makan sewaktu ada peluang pada saat panen padi ataupun pada tempat-tempat yang mempunyai potensi sumber pakan yang alami.
Sedangkan Pemeliharaan yang Intensif, ternak-ternak peliharaan selalu ditempatkan dikandang dan diberi makan secara terus menerus serta sudah memperhatikan aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak secara ilmiah dan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang dianjurkan.
Cara budidaya bebek peking dengan sistem pemeliharaan intensif lebih sesuai dan memberikan peluang keuntunga yang lebih besar. Dengan budidaya bebek peking intensif dalam masa pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah bisa mencapai diatas 3 kg dengan kondisi makanan yang baik dan Itik sudah siap dijual sebagai Itik Pedaging, dengan kualitas daging yang prima.

Budidaya Bebek Peking Untuk Penggemukan

Untuk Pemeliharaan Itik Peking/Peking Duck dengan tujuan penggemukan hanya dilaksanakan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu dari Itik berumur 1 (satu) hari sampai Itik Peking tersebut siap dijual. Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik ,berat badan Itik Peking yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan., kurang lebih 55- 60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari.
Pada umumnya Itik-Itik yang dipelihara untuk tujuan ini adalah Itik Peking yang jantan, tetapi yang betinanyapun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat. Kalau kita bandingkan antara waktu pemeliharaan dengan hasil produksi daging yang dihasilkan antara Itik Peking/Peking Duck dengan Ayam Ras Pedaging akan lebih unggul Itik Peking, dimana untuk Itik Peking dengan waktu Pemeliharaan sekitar 53 –55 hari bisa menghasilkan daging berat hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk Ayam Ras pedaging dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar 32- 35 hari menghasilkan daging berat hidup sekitar 1,2 – 1,5 kg,sehingga apabila kita bandingkan dengan waktu
yang sama maka akan diperoleh berat daging Itik Peking melebihi berat dari pada Ayam Ras Pedaging

Memelihara Anak bebek peking (Masa Starter)

Pemeliharaan anak/masa starter dimulai pada saat Itik Peking (Peking Duck) berumur 1 hari sampai umur 60 hari. Pada masa ini anak-anak Itik dipelihara dalam kandang khusus dengan memakai pemanas/induk buatan. Pada umur 1 –14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca dingin karena belum dilengkapi dengan bulu yang sempurna untuk menahan dingin. Anak bebek peking diberi makan khusus yaitu pakan anak yang mempunyai kandungan protein sekitar 19 – 21 % kadar protein dan lebih dikenal dengan makanan “Starter”.


Setelah umur 14 hari anak Itik peking tersebut sudah mampu untuk menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan induk buatan(pemanas), di kandang ini bisa dipelihara sampai umur 60 hari bagi pemeliharaan Pembibitan, selanjutnya setelah umur diatas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (Grower).
Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang Box, untuk kandang Box biasanya dilakukan pada umur 1 – 14 hari sedangkan dari umur 15 – 60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik
sudah mulai besar .Kapasitas kandang pada periode ini yaitu 10 – 15 ekor/m2.

Pemeliharaan Masa Pertumbuhan (Periode Grower)

Periode pemeliharaan Itik Peking pada masa pertumbuhan/masa Grower, perlu diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang banyak dipelihara adalah Itik Peking (Peking Duck) Betina seabagai calon Bibit pengganti /Replecement Stock atau persediaan Bibit dan juga Itik Peking Jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengganti.
Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit pengganti yang mempunyai kelebihan/keunggulan tertentu sebagai bibit pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 ( 1 Jantan 4 betina). Pada periode ini Itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150 hari,sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6 – 8 ekor/m2.

Pemeliharaan Peking Duck Layer/Periode bertelur

Itik Peking/Peking Duck yang sudah berumur 5 bulan atau lebih baik jantan maupun betina dikatagorikan sebagai Itik Layer karena pada saat ini kondisi Itik sudah bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan
tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan.
Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang Itik Dewasa ,kandang itik ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi
untuk mandi Itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar 1 : 4 ( 1 jantan 4 betina). Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber DOD yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan Itik Peking. Kapasitas dikandang dewasa sekitar 3 – 5 ekor. Selamat Mencoba

Pedoman Praktis Budidaya Itik Peking (Peking Duck)

itik peking, itik pedaging, itik cina, itik ajaibwww.sentralternak.com, Banyak pertanyaan yang masuk kepada kami seputar DOD itik peking dan cara beternak itik jenis pedaging ini. Karena kapasitas kami yang kurang memadahi dan waktu yang kami miliki juga sangat terbatas maka kami menurunkan sebuah artikel yang ditulis oleh Bapak Ir. H. Idih Purnama Alam dengan judul “BUDIDAYA ITIK PEKING (PEKING DUCK)”. Beliau adalah pegawai Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, sehingga menjadi sangat pas lah ketika pakar dan ahlinya yang berbicara. Namun tidak menutup kemungkinan kalau ada pertanyaan dari pembaca seputar produk ini kami akan berusaha menjawabnya sebatas kemampuan dan kapasitas kami, insyaallah. Semoga bermanfaat.Latar BelakangSeperti kita ketahui bersama, bahwa perkembangan perunggasan sejak awal tahun 2004 telah banyak didera dengan berbagai cobaan yang banyak mengakibatkan terpuruknya usaha di bidang perunggasan, baik itu peternak ayam ras (petelur/pedaging), ayam buras maupun peternak itik. Dimulai dengan adanya serangan penyakit unggas yang terkenal ganas yaitu penyakit avian influenza (AI) atau yang lebih populer dengan sebutan penyakit flu burung sampai dengan kenaikan harga bahan baku pakan ternak maupun pakan ternak jadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, kondisi seperti itu dirasa sangat menekan terhadap perkembangan perunggasan secara menyeluruh.Pembangunan sub sektor peternakan tidak bisa terlepas dari kegiatan pembangunan pertanian, karena pembangunan sub sector peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian, hal ini sejalan dengan apa yang telah dicanangkan oleh bapak presiden republik indonesia pada tanggal 11 juni 2005 tentang revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan (RPPK) di mana peternakan termasuk didalamnya. Apabila kita amati bersama dari kondisi yang telah terjadi dalam pengembangan pembangunan peternakan fokus yang paling menonjol dan perlu mendapat perhatian serius adalah komodity perunggasan, hal ini disebabkan dengan banyaknya kasus penyakit ai maupun kenaikan harga pakan serta penurunan minat masyarakat terhadap budi daya unggas terutama unggas berupa ayam buras, malahan tidak sedikit kasus penyakit ai ini yang menyerang terhadap manusia, sehingga pembangunan perunggasan perlu disikapi dengan arif dan selectif serta harus bisa menciptakan terobosan alternatif untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan daging yang berasal dari unggas.
Dari pengalaman di lapangan ternyata ada komodity lain selain ayam ras pedaging yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan daging dengan waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging yaitu unggas air berupa itik peking (peking duck). Di mana peking duck mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari 2 bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 - 3,3 kg, sehingga sudah siap untuk dipotong.hal ini telah dibuktikan oleh peternak di kapetakan kecamatan kroya kabupaten Cirebon di mana itik peking umur 53 hari bisa mencapai berat badan sekitar 3,25 kg. Seperti yang telah dimuat dalam harian kompas terbitan Juni 2007.
Dengan melihat kondisi seperti tersebut di atas kami mencoba membuat tulisan mengenai budi daya itik peking dalam rangka akselerasi pembangunan peternakan unggas air untuk pemenuhan kebutuhan akan daging dalam waktu yang relatif cepat, mudah dan bisa dikembangkan oleh masyarakat di pedesaan.
Maksud dan Tujuan
Maksud dari pola pengembangan pemeliharaan itik peking ini antara lain:
  1. Untuk mencari alternatif terobosan dalam rangka mempercepat produksi daging yang berasal dari unggas air (itik).
  2. Merubah pola usaha unggas air (itik) dari yang nomaden ke arah yang intensif.
  3. Menjadikan usaha unggas air (itik) menjadi usaha pokok masyarakat.
  4. Menciptakan peternak yang mandiri dan berkualitas (peternak tangguh).
  5. Menyediakan permintaan pasar terutama permintaan daging itik yang bekualitas.
Sedangkan tujuan dari budi daya itik peking (peking duck) ini antara lain:
  1. Meningkatkan produksi daging itik yang berkualitas.
  2. Meningkatkan pendapatan dari para peternak itik.
  3. Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan.
  4. Mengurangi tingkat pengangguran.
  5. Memperkenalkan usaha peternakan itik jenis pedaging yang bisa menghasilkan daging kualitas prima dalam waktu relatif singkat
  6. Disamping penyediaan daging, juga bisa menghasilkan bulu itik (feathers duck) sebagai bahan kerajinan seperti shutle cok, jok kursi, kamoceng dll.
Permasalahan
Dalam setiap kegiatan, tentunya selalu timbul permasalahan baik permasalahan yang besar maupun pemasalahan kecil, dan setiap permasalahan perlu dicarikan alternatif pemecahannya. Masalah itik peking ini ada sedikit permasalahan yang kiranya perlu diambil langkah-langkah untuk mencapai keberhasilan dan yang timbul pada saat ini diantaranya :
  1. Permintaan daging itik peking di pasaran cukup tinggi, tetapi sumber pasokan daging pada saat ini masih mengandalkan kepada daging import.
  2. Budi daya itik peking pada saat ini masih dikuasai oleh pengusaha besar, sedangkan peternak di pedesaan masih relatif sedikit.
  3. Penyediaan bakalan (DOD) peking masih bersifat tertutup, belum secara mudah didapatkan oleh masyarakat luas.
Pola Pengembangan Budidaya Itik Peking (Peking Duck)
System pemeliharaan
Untuk menentukan suatu bentuk usaha terutama dalam usaha ternak itik, maka yang pertama kali diperhatikan yaitu tujuan usaha, apakah tujuannya untuk menghasilkan daging konsumsi atau mau menghasilkan bibit supaya untuk langkah selanjutnya bisa ditentukan system pemeliharaan yang akan diambil.
Dalam usaha perunggasan terutama unggas air (itik) dikenal dengan system pemeliharaan yaitu:
  1. System pemeliharaan extensif
  2. System pemeliharaan semi intensif
  3. System pemeliharaan intensif
System pemeliharaan extensif, di mana pada system ini ternak-ternak dipelihara dengan cara di abur/digembalakan tanpa memperhatikan kandang maupun makanan, karena ternak-ternak tersebut dilepas di tempat-tempat yang mempunyai sumber pakan alami misalnya di daerah-daerah persawahan yang baru panen. Pemeliharaan ini dilaksanakan oleh para peternak yang bersifat tradisional dan nomaden, kondisi ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat bagian utara, karena daerah pantura ini merupakan daerah persawahan yang cukup luas sehingga menjadi potensi bagi pengembangan itik dengan system extensif.
Pemeliharaan dengan system semi intesif, di mana ternak-ternak yang di pelihara sudah memperhatikan kandang ternak dan diberi makan tetapi sewaktu-waktu dilepas untuk mencari makan sewaktu ada peluang pada saat panen padi ataupun pada tempat-tempat yang mempunyai potensi sumber pakan yang alami
Sedangkan pemeliharaan yang intensif, ternak-ternak peliharaan selalu di tempatkan dikandang dan diberi makan secara terus menerus serta sudah memperhatikan aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak secara ilmiah dan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang dianjurkan.
Untuk pemeliharaan itik peking (peking duck), lebih tepat apabila dilaksanakan dengan system intensif, hal ini disebabkan itik peking (peking duck) merupakan itik ras pedaging yang mempunyai kemampuan kecepatan pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, di mana dalam kurun waktu pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah bisa mencapai di atas 3 kg dengan kondisi makanan yang baik dan itik sudah siap dijual sebagai itik pedaging, dengan kualitas daging yang prima.
Dalam usaha budi daya itik peking (peking duck) ini dikenal beberapa tahapan pemeliharaan, terutama untuk usaha budidaya pembibitan sedangkan untuk budi daya penggemukan (penghasil daging) hanya dikenal 1 (satu) tahapan pemeliharaan.
Tahapan Pemeliharaan Pembibitan :
A. Pemeliharaan anak (masa starter)
Pemeliharaan anak/masa starter dimulai pada saat itik peking (peking duck) berumur 1 hari sampai umur 60 hari, di mana anak-anak itik dipelihara dalam kandang khusus yaitu untuk kandang anak dengan memakai pemanas/induk buatan dalam rangka menghangatkan tubuh dari anak itik tersebut, hal ini disebabkan pada umur 1-14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca dingin karena belum dilengkapi dengan bulu yang sempurna untuk menahan dingin, sehingga perlu adanya bantuan induk buatan sebagai penghangat tubuh, serta anak itik diberi makan khusus yaitu pakan anak yang mempunyai kandungan protein sekitar 19 - 21% kadar protein dan lebih dikenal dengan pakan “starter”. Setelah umur 14 hari anak itik tersebut sudah mampu untuk menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan induk buatan (pemanas), di kandang ini bisa dipelihara sampai umur 60 hari bagi pemeliharaan pembibitan, selanjutnya setelah umur di atas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (grower). Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang box, untuk kandang box biasanya dilakukan pada umur 1 - 14 hari sedangkan dari umur 15 - 60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik sudah mulai besar. Kapasitas kandang pada periode ini yaitu 10 - 15 ekor/m2.
B. Pemeliharaan masa pertumbuhan (periode grower)
Periode pemeliharaan itik peking pada masa pertumbuhan/masa grower, perlu diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang banyak dipelihara adalah itik peking (peking duck) betina sebagai calon bibit pengganti /replacement stock atau persediaan bibit dan juga itik peking jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengganti. Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit pengganti yang mempunyai kelebihan atau keunggulan tertentu sebagai bibit pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 ( 1 jantan 4 betina). Pada periode ini itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150 hari, sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6 - 8 ekor/m2.
C. Pemeliharaan peking duck layer/periode bertelur
Itik peking/peking duck yang sudah berumur 5 bulan atau lebih baik jantan maupun betina dikategorikan sebagai itik layer karena pada saat ini kondisi itik sudah bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan. Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang itik dewasa , kandang itik ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi untuk mandi itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar 1 : 4 ( 1 jantan banding 4 betina). Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber dod yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan itik peking. Kapasitas dikandang dewasa sekitar 3 - 5 ekor/m2.
Tahap Pemeliharaan Penggemukan
Untuk pemeliharaan itik peking/peking duck dengan tujuan penggemukan hanya dilaksanakan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu dari itik berumur 1 (satu) hari sampai itik peking tersebut siap dijual. Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik ,berat badan itik peking yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan kurang lebih 55- 60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari. Pada umumnya itik-itik yang dipelihara untuk tujuan ini adalah itik peking yang jantan, tetapi yang betinanya pun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat.
Kalau kita bandingkan antara waktu pemeliharaan dengan hasil produksi daging yang dihasilkan antara itik peking/peking duck dengan ayam ras pedaging akan lebih unggul itik peking, di mana untuk itik peking dengan waktu pemeliharaan sekitar 53 - 55 hari bisa menghasilkan daging berat hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk ayam ras pedaging dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar 32- 35 hari menghasilkan daging berat hidup sekitar 1,2 - 1,5 kg, sehingga apabila kita bandingkan dengan waktu yang sama maka akan diperoleh berat daging itik peking melebihi berat dari pada ayam ras pedaging. Silahkan buktikan!
Sistem Perkandangan
Sistem perkandangan dalam budi daya itik peking/peking duck bisa dikenal 3 tipe kandang diantaranya :
1. Tipe kandang battery
Dalam tipe kandang ini, ternak dikandangkan satu persatu dalam satu kotak dengan ukuran yang hanya cukup untuk 1 ekor itik peking/peking duck dewasa, dengan ukuran kandang panjang x lebar x tinggi (45 x 45 x 35 cm). Dengan tipe kandang ini biaya untuk kandang relatif lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tipe kandang yang lain. Dengan tipe kandang battery ini, maka sistem perkawinannya harus menggunakan kawin buatan (insiminasi buatan) yang dilakukan oleh tenaga manusia yang ahli dalam insiminasi buatan dengan istilah inseminator. Pada tipe kandang ini kondisi ternak maupun produksi telur dari pada itik peking/peking duck bisa terkontrol secara satu persatu, apakah produktivitasnya tinggi atau rendah, begitu juga dalam pengontrolan penyakitnya akan lebih mudah terkontrol.
2. Tipe kandang postal
Dalam usaha ternak itik yang menggunakan tipe kandang postal, di mana ternak-ternak peliharaan ditempatkan dalam satu ruangan besar dengan jumlah ternak tertentu, di mana pemberian makan dan minuman ditempatkan di dalam ruangan kandang, sehingga ternak itik yang dipelihara selalu berada di dalam ruangan, biasanya tipe ini dalam pemeliharaan itik hanya digunakan untuk itik starter dan grower/masa pertumbuhan tetapi adakalanya digunakan untuk itik periode layer. Kapasitas itik untuk tipe kandang postal ini tergantung dari pada jenis itik yang dipelihara apakah jenis itik starter atau itik grower, untuk umur itik periode starter kapasitas kandang yang digunakan yaitu sekitar 10 - 15 ekor/m2, sedangkan apabila digunakan untuk preiode grower yaitu sekitar 6 - 8 ekor/m2, seandainya digunakan untuk periode layer kapasitas kandang sekitar 3 - 5 ekor/m2.
3. Tipe kandang ranch
Tipe kandang ranch ini merupakan pengembangan dari tipe kandang postal, di mana dalam kandang tipe ranch ini selain ada ruangan tempat ternak juga di bagian luar/di halaman depannya disediakan halaman tempat bermain yang biasa dikenal dengan nama kandang umbaran yang dilengkapi dengan saluran air atau kolam, yang berfungsi untuk mandi/membersihkan kotoran yang menempel di badannya serta berfungsi pula untuk mendinginkan tubuh di waktu siang hari, hal ini disebabkan itik peking merupakan jenis unggas yang tidak tahan terhadap panas, sehingga harus disediakan air untuk pendingin tubuhnya. Tipe kandang ini lebih cocok untuk pemeliharaan ternak unggas air dengan cara pemeliharaan yang intensif.
BACA SELENGKAPNYA »»  

Rabu, 01 Agustus 2012

Mencegah Penyakit dengan Program Vaksinasi

Mencegah Penyakit dengan Program Vaksinasi

vaksinasi, vaksinwww.sentralternak.com, Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati, itulah ungkapan pertama kami untuk memulai menulis artikel ini. Banyak cara yang ditempuh oleh peternak untuk menjaga ternaknya tetap sehat, terhindar dari serangan penyakit sehingga mampu menampilkan produksi terbaiknya dan memberikan keuntungan bagi si peternak. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa sanitasi yang ketat adalah kunci utama dari sebab timbulnya penyakit atau penyebaran penyakit. Akan tetapi program vaksinasi juga tidak kalah pentingnya dalam rangka mencegah penyakit yang kemungkinan timbul. Vaksin adalah mikroorganisme yang dilemahkan dan apabila diberikan kepada ternak tidak akan menimbulkan penyakit, melainkan untuk merangsang pembentukan antibody (zat kebal) yang sesuai dengan jenis vaksinnya. Tujuan vaksinasi adalah membuat ternak mempunyai kekebalan yang tinggi terhadap satu peyakit tertentu. Dan hasil nyata yang akan diperoleh dari program vaksinasi adalah tingkat kesehatan dan produktivitas.Macam vaksin
Vaksin aktif (live vaccine) adalah vaksin yang berisi mikroorganisme agen penyakit dalam keadaan hidup, tetapi sudah dilemahkan, yang akan tumbuh dan berkembang baik dalam tubuh induk semang yang divaksin. Vaksin inaktif (killed vaccine) adalah vaksin yang berisi mikroorganisme agen penyakit dalam keadaan mati (dimatikan), biasanya di dalamnya dicampurkan atau ditambahkan oil adjuvant
Faktor yang dapat menyebabkan kualitas vaksin menurun :
  1. Penyimpanan tidak sempurna (tidak pada suhu 2-8°C)
  2. Terkena sinar ultraviolet (sinar matahari secara langsung)
  3. Tercemar bahan-bahan kimia seperti desinfektan, kaporit, detergent dan lain sebagainya
  4. Pengenceran yang berlebihan sewaktu digunakan
  5. Tercemar logam-logam berat seperti Zn (seng), Pb (timbal), dan Hg (air raksa)
Vaksin yang banyak beredar di lapangan dan banyak digunakan pada ayam umumnya untuk mencagah penyakit yang disebabkan oleh virus (karena virus tahan terhadap obat antibiotika). Vaksin tersebut antara lain vaksin AI, gumboro, ND, cacar, IB,dan mareks. Ada juga beberapa vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti vaksin kolera dan coryza
Vaksinasi
Sebelum pelaksanaan vaksinasi, perlu diperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan progr am vaksinasi antara lain :
  1. Vaksin harus dirawat dan sisimpan dalam keadaan sehat dan tidak dalam kondisi stress
  2. Ayam yang akan divaksin harus dalam keadaan sehat dan tidak dalam kondisi stress
  3. Keadaan nutrisi ayam cukup baik
  4. Keadaan sanitasi kandang dan lingkungan baik
  5. Pelaksanaan vaksinasi dalam waktu dan umur yang tepat
  6. Peralatan untuk vaksinasi dalam keadaan baik dan steril
Dalam pelaksanaan vaksinasi ayam, ada beberapa teknik atau cara yang umum dilakukan antara lain vaksinasi melalui air minum, tetes mata, tetes hidung atau mulut, spray, suntikan dam tusuk sayap. Untuk menghindari ayam yang divaksin mengalami stress, maka ayam perlu mendapat suplai vitamin khususnya vitamin anti stress sebelum dan sesudah pelaksanaan vaksinasi.
Metode vaksinasi melalui air minum (drink water/DW)
Vaksinasi melaui air minum biasanya diberikan untuk ayam yang berumur lebih dari satu minggu. Air minum yang akan digunakan harus bebas dari kaporit, desinfektan maupun zat logam. Untuk memperpanjang umur vaksin maka dapat ditambahkan susu skim pada air minum 30 menit sebelum vaksin dilarutkan dengan dosis 2-5 gram susu skim/liter air minum. Langkah-langkah pelaksanaan vaksinasi melalui air minum adalah sebagai berikut :
  1. Sebelum divaksin ayam dipuasakan tidak minum terlebih dahulu 1-2 jam dengan tujuan menambah haus sehingga ketika vaksin diberikan langsung segera diminum
  2. Sediakan tempat minum (gallon) secukupnya agar seluruh ayam dapat minum secara merata dan serempak sekaligus tanpa berdesakan, diperkirakan dalam waktu 2 jam dapat habis
  3. Siapkan air minum (air dingin juga bagus) yang sudah bercampur dengan susu skim , untuk ayam umur 7-14 hari per 1.000 dosis vaksin sebanyak 10-20 liter sedangkan untuk ayam umur 3-4 minggu per 1000 dosis vaksin sebanyak 20-40 liter. Isi botol vaksin dengan air  minum setengahnya kemudian tutup vial lalu dikocok supaya vaksin larut dan setelah tercampur rata dimasukkan ke dalam air yang sudah disiapkan, kemudian bagi rata ke dalam gallon air minum
  4. Pemberian vaksin minum sebaiknya pada pagi atau sore hari, untuk menghindari keadaan panas dan sinar matahari langsung. Tempatkan gallon yang sudah berisi campuran air dan vaksin supaya langsung dapat diminum ayam
Vaksinasi melalui tetes mata (intraocular), hidung (intranasal), dan mulut
Pelaksanaan vaksinasi melalui tetes mata, hidung, dan mulut biasanya untuk ayam yang berumur di bawah 1  minggu dengan maksud untuk mencegah netralisasi vaksin oleh antibody maternal (bawaan dari induk). Cara ini cukup memakan waktu dan tenaga karena dilakukan per ekor ayam, tetapi kelebihannya sangat efektif karena dosis tepat dan merata untuk setiap ayam. Untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi sebaiknya dilakukan secara bersama-sama (lebih dari dua orang). Langkah-langkah pelaksaaannya adalah sebagai berikut:
  1. Pelarut  dimasukkan ke dalam botol vaksin setengahnya, kemudian kocok sampai tercampur rata, usahakan jangan sampai berbuih
  2. Campuran larutan dan vaksin yang sudah rata pada botol tersebut dimasukkan lagi ke dalam botol pelarut dan kocok lagi perlahan agar tercampur rata
  3. Teteskan satu persatu pada ayam melalui mata atau hidung atau mulut, jangan tergesa-gesa tunggu sampai betul-betul masuk
Vaksinasi melalui spray (penyemprotan)
Cara vaksinasi dengan penyemprotan lazim digunakan untuk anak ayam umur sehari (DOC). Pelaksanaannya dengan menggunakan alat berupa satu unit komponen dan kotak sprayer. Langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
  1. Larutkan seluruh isi vial vaksin ke dalam botol pelarut sampai tercampur merata, kemudian masukkan ke dalam botol sprayer yang berisi aquades
  2. DOC yang masih berada pada boks langsung dimasukkan ke dalam kotak sprayer, setelah semua komponen siap kemudian semprotkan vaksin 1-2 kali penyemprotan
  3. Tunggu sampai DOC terlihat bersin-bersin untuk memastikan vaksin terhirup masuk, proses peyemprotan selesai
Vaksinasi dengan cara penyuntikan
Vaksinasi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin, lokasi penyuntikan dapat di daerah di bawah kulit (subcutan) yaitu pada leher bagian belakang sebelah bawah dan pada otot (intramuscular) yaitu pada otot dada atau paha. Langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
  1. Alat suntik yang akan dipakai harus bersih dari sisa pemakaian sebelumnya, kemudian lepaskan bagian-bagian alat suntik dan sterilkan lebih dulu dengan cara direbus selama 30 menit dihitung mulai saat air mendidih
  2. Kocok terlebih dahulu vaksin dengan hati-hati hingga tercampur rata (homogen) sebelum digunakan
  3. Suntikkan vaksin pada ayam dengan hati-hati sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan. Untuk 1000 dosis vaksin dilarutkan dalam 500 cc aquades, untuk 500 dosis vaksin dilarutkan dalam 250 cc aquades dan demikian seterusnya. Setiap ekor ayam disuntik dengan dosis 0,5 cc pada otot dada
Vaksinasi dengan cara penyuntikan harus dilakukan sevara hati-hati. Bila dilakukan dengan ceroboh mengakibatkan kegagalan dan akan berakibat fatal. Akibat fatal yang mungkin terjadi antara lain ayam menjadi stress sehingga kematian tinggi pasca penyuntikan, leher terpuntir (tortikolis), terjadinya abses (kebengkakan) pada leher, terjadi infeksi bakteri secara campuran dan ayam menjadi mengantuk kurang bergairah.
Vaksinasi dengan tusuk sayap (wing web)
Vaksinasi dengan cara tusuk sayap hanya digunakan untuk vaksinasi penyakit cacar (fowl pox). Vaksinasi dilakukan dengan cara menusuk sayap sekitar selaput sayap dari arah bagian dalam sayap dengan menggunakan jarum khusus bermata dua. Langkah-langkah pelaksanaan adalah sebagai berikut:
  1. Jarum penusuk disterilkan lebih dulu (direbus pada air mendidih selama 30 menit)
  2. Cara melarutkan vaksin sama seperti pada cara vaksinasi yang lainnya. Setelah tercampur merata, celupkan jarum sampai semua bagian tercelup
  3. Rentangkan sayap ayam kemudian tusukkan jarum pada bagian lipatan sayap yang tipis, perlu hati-hati jangan sampai tusukan mengenai pembuluh darah, tulang dan urat daging sayap. Vaksin diusahakan jangan sampai mengenai bagian tubuh lain
Vaksinasi cacar dianggap berhasil apabila 6-8 hari setelah vaksinasi pada bekas tusukan adanya pembengkakan dan kemerahan, kelainan ini akan hilang setelah 10-18 hari kemudian.
Vaksinasi merupakan cara pencegahan penyakit dengan biaya yang tidak murah, maka perlu diperhatikan supaya tidak terjadi kegagalan. Cara mencegah terjadinya kegagalan vaksinasi antara lain :
  1. Vaksin aktif harus disimpan dalam suhu 2-8°C
  2. Jaga kebekuannya (dalam kondisi beku kering)
  3. Jangan membuka vial vaksin atau botol kemasan apabila belum siap benar akan digunakan
  4. Campurkan vaksin sesegera mungkin bila akan digunakan
  5. Lakukan vaksinasi dengan dosis yang tepat
  6. Ikuti petunjuk dan prosedur dari pabrik asal pembuat vaksin
  7. Jangan terburu-buru dalam melakukan vaksinasi (asal cepat)
  8. Vaksin harus tercampur secara merata (homogen)
  9. Air yang digunakan untuk melarutkan vaksin harus bebas dari desinfektan
Disarikan dari beberapa buku dan sedikit tambahan dari team sentralternak.com
BACA SELENGKAPNYA »»  

Cara Mudah Menetaskan Telur Itik

Cara Mudah Menetaskan Telur Itik

telur itik menetaswww.sentralternak.com, Masih banyak anggapan dari masyarakat kita terutama para pembeli mesin penetas telur yang menyimpulkan bahwa ‘semua’ telur bisa ditetaskan. Tidak peduli telur tersebut dibeli dari kandang langsung, bakul jamu gendong, toko peracangan, atau pasar. Anggapan tersebut tidak semuanya salah, akan tetapi diperlukan usaha pemahaman kepada masyarakat untuk menyatukan pendapat atau persepsi apa sebenarnya dimaksud dengan telur tetas? Memang telur-telur yang dibeli dari tempat tersebut di atas mungkin masih bisa menetas akan tetapi yang menjadi pertanyaan, berapa persentase daya fertilitas atau daya tetas nantinya?.Telur itik tetas adalah telur yang berasal dari itik betina yang dibuahi (kawin) oleh itik jantan. Banyak cara yang lebih aman untuk mendapatkan telur tetas itik antara lain dengan membeli telur tetas itik dari hasil itik yang digembalakan (angon) atau itik yang dipelihara di dalam kandang (intensif)dengan fasilitas kolam di dalamnya. Itik yang digembalakan biasanya dilengkapi dengan pejantan sehingga di sela-sela waktu penggembalaan itik jantan akan mengawini itik-itik betina yang sedang birahi. Oleh karena itu biasanya telur itik gembalaan mempunyai tingkat fertilitas yang tinggi. Salah satu ciri telur tetas itik dari hasil penggembalaan (angonan) adalah kulit atau kerabang telur relatif lebih kotor daripada telur itik hasil pemeliharaan terkurung (kandang).Telur tetas itik mempunyai syarat sebagai berikut :
  1. Berasal dari hasil perkawinan induk jantan dan betina dengan imbangan sex ratio (1:6-8 ekor)
  2. Berat telur ≥ 60 gram
  3. Berasal dari induk yang berumur lebih dari 9 bulan
  4. Lama penyimpanan telur tidak lebih dari 5 hari
  5. Kerabang telur tidak terlalu tebal atau tipis
Kalau kita merenungkan fakta penciptaan makhluk di bumi ini pasti semua ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil tidak terkecuali itik. Itik diciptakan sebagai ternak unggas air yang mempunyai tingkat produktifitas telur tergolong tinggi yaitu sekitar  200-250 butir/ekor/tahun. Di balik keunggulannya tersebut terdapat juga sisi kekurangannya yaitu itik tidak mempunyai sifat mengerami telurnya sebagaimana unggas-unggas lainnya. Oleh karenanya dalam mengembangbiakkannya perlu cara tersendiri yaitu dengan menetaskan telurnya. Ada beberapa cara untuk menetaskan telur itik, antara lain :
Dengan bantuan induk ayam kampong
Caranya adalah dengan mengganti telur ayam kampung yang sedang dierami dengan telur itik. Seekor induk ayam kampung mampu mengerami telur itik sampai 15-20 butir tergantung besar-kecilnya induk dan tempat bersarang. Lama pengeraman berlangsung selama 28 hari dan Jangan ada anggapan bahwa telur akan dierami selama 21 sebagaimana telur ayam. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kita membuat stress ayam dengan usaha kita mengganti telurnya.
Dengan bantuan enthok
Menetaskan telur itik dengan bantuan induk enthok sudah lama dilakukan masyarakat kita. Yang perlu mendapat perhatian adalah enthok mempunyai sifat ‘ngambek’ kalau telur yang dikeluarkannya di ambil. Maka caranya adalah setiap hari kita harus mengganti telur enthok yang dikeluarkan oleh itik dengan telur-telur  itik sampai dengan telur terakhir yang dikeluarkan enthok. Kemudian, bagaimana dengan telur enthoknya sendiri? Salah satu alternative adalah anda bisa menjualnya, toh bakul jamu gendong atau keliling juga pada minat pada telur enthok dan pada sebagian penikmat jamu telur enthok diyakini mempunyai kasiat lebih terutama untuk menjaga vitalitas tubuh.
Dengan mesin penetas telur
Penetasan telur itik dengan menggunakan mesin penetas telur pada umumnya lebih mudah karena biasanya tata cara pengoperasian mesin tetas dan cara menetaskan sudah ada. Buku panduan pengoperasian mesin dan tata cara singkat menetaskan telur biasanya ada kalau anda membeli mesin penetas telur. Tata cara menetaskan telur itik berbeda sedikit dengan menetaskan telur ayam terutama dalam hal kelembaban (%). Kelembaban yang dibutuhkan untuk menetaskan telur itik lebih tinggi sekitar 5-10% daripada telur ayam. Banyak pilihan mesin penetas telur yang di tawarkan, ada yang memakai sumber panas dari lampu minyak tanah, bohlam (lampu dop), kawat nikelin, atau memakai pemanas elemen megic  jar.
Menghitung kebutuhan telur tetas
Sebelum anda memulai menetaskan telur itik, anda bisa memperkirakan berapa anak itik yang nantinya saya butuhkan. Untuk membantu anda memenuhi target keinginan anda tersebut ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu:
  1. Ratio kelamin DOD yang menetas nantinya rata-rata 50:50
  2. Persentase menetas yang baik adalah 80%
Dengan demikian kalau kita menginginkan DOD yang menetas dengan jumlah kelamin betina 50 ekor, maka setidaknya kita membeli telur tetasnya sekitar 200 butir. Bagaimana perhitungannya?
Anggaplah dari telur yang kita beli tersebut daya fertilitasnya 70%, maka telur yang layak untuk ditetaskan sebanyak 140 butir. Kalau daya tetasnya bisa mencapai 80%, maka kita akan mendapatkan jumlah DOD yang menetas sekitar (80%x140 butir)=112 ekor. Setelah dilakukan seleksi dan culling diperkirakan jumlahnya ada sekitar 10-15% DOD yang tidak layak jual/pelihara. Sehingga hasil akhir yang kita dapatkan adalah 95-101 ekor DOD yang layak dijual atau dipelihara. Sehingga dari jumlah tersebut kalau sex ratio DOD yang menetas adalah 50:50 maka akan didapatkan jumlah DOD betina sekitar 42-50 ekor.
Ada catatan tersendiri untuk penetas pemula bahwa perhitungan di atas berlaku untuk penetas yang sudah mahir atau berpengalaman. Kalau anda adalah seorang yang baru belajar menetaskan atau anggaplah penetas pemula maka cukup menggunakan hitungan angka daya tetas 40% saja. Sambil terus praktek dan mengambil pelajaran dari penetasan sebelumnya insyaallah anda akan bisa mencapai angka daya tetas yang tinggi kelak dikemudian hari. Menetaskan telur adalah suatu ketrampilan bukan ilmu turunan, maka siapa saja insyaallah bisa menetaskan telur dengan baik. Yang terpenting adalah ada kemauan untuk terus belajar serta tumbuhkan sikap optimis terhadap segala hal yang akan kita kerjakan dan tak lupa untuk berdo’a agar usaha kita mendapat keberkahan dan mencapai kesuksesan. Aamiin…*(SPt)
Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com
Kami menyediakan mesin penetas telur mulai kapasitas 30 butir dengan harga Rp 190.000. Untuk informasi harga dan yang lainnya bisa menghubungi bag. pemasaran kami di 081.233.363.618 atau SMS di no 081.555.640.540. E-mail : sentralternak@yahoo.com
BACA SELENGKAPNYA »»  

Membuat Ayam Nyaman di Kandang

Membuat Ayam Nyaman di Kandang

www.sentralternak.com, Sudah berulang kali kami mengulas tentang pentingnya sebuah tempat tinggal bagi penghuni di dalamnya tak terkecuali untuk ternak kita. Kalau anda pernah melihat ayam saling patok itu adalah salah satu akibat dari suasana atau kondisi kandang yang tidak atau bisa di katakan kurang nyaman. Untuk membuat ayam nyaman di kandang di mulai dari pembangunan arah kandang. Kandang dianjurkan membujur arah Timur-Barat, hal ini bertujuan agar intensitas sinar matahari tidak berlebih. Jarak antar kandang juga perlu mendapat perhatian (jarak minimal antar kandang yaitu seukuran lebar kandang). Sekali lagi membangun kandang tidak mesti mahal, yang terpenting adalah fungsi dari kandang itu sendiri bisa optimal.
Sesudah memperhatikan bangunan kandang maka sekarang yang perlu mendapat perhatian adalah apa yang ada di dalamnya yaitu sarana dan prasarana. Kita mesti menyediakan perlengkapan yang bisa menunjang produktivitas ayam selama masa produksi. Begitu juga perlengkapan kandang tidak mesti mahal, yang terpenting adalah memenuhi syarat sebagai sarana dan prasarana yang baik. Di antara sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian antara lain :
Pemanas (brooder)
Pemeliharaan ayam pada masa periode awal (1-3 minggu) di sebut dengan masa brooding. Anak ayam perlu diberi pemanas terutama di malam hari untuk memberi kehangatan karena pada umur tersebut anak ayam belum mampu untuk melawan hawa dingin. Alat pemanas yang dapat digunakan bermacam-macam, di antaranya : lampu pijar, lampu minyak tanah, kompor dari serbuk gergaji, kompor briket batubara, pemanas LPG, pemanas infrared dan jenis lainnya. Penggunaan alat pemanas disesuaikan dengan jumlah anak ayam yang di pelihara untuk efisiensi biaya operasional. Letak dan ketinggian alat pemanas  dari permukaan lantai (litter) juga perlu diperhatikan untuk penyebaran panas yang optimal. Dalam memilih alat pemanas faktor yang perlu mendapat perhatikan adalah harga, efisiensi bahan bakar dan keamanan alat.
Tempat minum (Drinker)
Banyak pilihan tempat minum yang bisa disediakan untuk ayam baik yang model konvensional atau yang modern, seperti bilahan pipa paralon, bilahan bambu, botol aqua yang dilubangi tengahnya, nipple (tempat minum otomatis untuk satuan), gallon minum manual, dan gallon minum otomatis. Sediakan tempat minum sesuai kebutuhan, anda bisa memperhatikan ayam ketika berebut minum, kalau ayam-ayam tersebut berebut sehingga menyebabkan air sampai tumpah-tumpah berarti jumlah tempat minum kurang. Sebagai patokan, dibutuhkan sekitar 3 buah tempat minum ukuran 1 liter untuk 100 ekor anak ayam dan pada umur 6 minggu sampai siap jual dibutuhkan tempat minum 6 buah tempat minum dengan ukuran 2 liter untuk jumlah ayam yang sama.
Tempat pakan (Feeder)
Kita harus tahu bahwa tempat pakan anak ayam tidak sama dengan tempat pakan ayam dewasa. Tempat pakan untuk anak ayam biasanya berupa nampan doc atau sekarang yang lagi ngetrend adalah baby chick feeder, sedangkan untuk ayam remaja atau dewasa maka bisa menggunakan wadah pakan model gantung seperti yang dijual di toko pakan ternak (tersedia berbagai ukuran missal 3 kg, 6 kg, 7 kg, dan 10 kg). Sebagai patokan, dibutuhkan sekitar 2 buah tempat pakan berbentuk nampan bulat diameter 40 cm untuk 100 ekor anak ayam, dan pada umur 6 minggu sampai siap jual dibutuhkan tempat pakan 5 buah tempat pakan berbentuk bulat dengan diameter 40 cm. Tempat pakan tidak mesti beli, membuat sendiri pun bisa dan tentu biaya lebih murah. Akan tetapi perlu diperhatikan syarat tempat pakan yang baik.
Kipas (fan)
Pada daerah yang mempunyai kecepatan angin kurang atau kasus kandang yang berukuran terlalu lebar dengan kepadatan tinggi maka keberadaan kipas sangat dianjurkan untuk membuat sirkulasi udara di dalam kandang sedikit lancar. Meski kita sudah menerapkan manajemen buka-tutup tirai dengan adanya keberadaan kipas akan sedikit membantu untuk mengatasi sirkulasi udara di dalam kandang. Di samping itu juga kipas akan membantu mengurangi limbah bau di dalam kandang.
Pendingin (cooling pad)
Suhu di dalam kandang tidak selamanya bisa stabil, bahkan ada kecenderungan naik. Hal ini di sebabkan karena kadar amoniak di dalam kandang kerap sekali naik sehingga suhu dan bau di dalam kandang meningkat pula. Demikian juga kepadatan ayam di dalam kandang bisa menyebabkan naiknya suhu di dalam kandang. Penggunaan pendingin  berfungsi untuk mengurangi panas dan mencegah resiko panas berlebih (overheat) di dalam kandang. Alat pendingin biasanya di peruntukkan untuk kandang close house.
Tenggeran (Roost)
Memang keberadaannya masih dipertanyakan terutama untuk usaha penggemukan ayam. Bukti dilapangan menunjukkan bahwa ayam yang tidur di pepohonan lebih tahan terhadap serangan pengaykit dari pada ayam yang dikandangkan tanpa tenggeran (tidur di atas tanah langsung). Sisi positif tenggeran antara lain memperkecil resiko penyakit pernafasan dan karkas yang dihasilkan lebih padat. Tenggeran biasanya disediakan untuk usaha ayam kampung dan ayam petelur. Yang perlu diingat kalau kita menyediakan tenggeran bagi ayam yaitu pemasangan tenggeran harus sama rata, karena ayam selalu menginginkan tempat yang paling tinggi. Tidak bisa dipungkiri bahwa tidur di atas tenggeran (semisal bilahan bambu) akan sedikit menguras energi ayam.
Sarang (nest box)
Disediakan khusus terutama untuk unggas penghasil telur (ayam kampong, ayam petelur, itik petelur). Sarang bertelur adalah media untuk merangsang ayam untuk bertelur. Penempatan sarang biasanya diletakkan di tempat yang aman, sepi dan tenang misal di sisi bagian dalam kandang.
Semua hal di atas adalah diantara factor sarana dan prasarana, ada lagi hal yang tidak kalah pentingnya yaitu manajemen pemeliharaan agar ayam merasa nyaman di dalam kandang. Diantara manajemen pemeliharaan yang perlu mendapat perhatian adalah kedisplinan kita dalam menjaga sanitasi (membersihkan kandang dan peralatannya) dan perlakuan kita terhadap ternak. Kalau sudah kita upayakan secara maksimal factor-faktor yang sekiranya bisa menunjang produktifitas ternak barulah kita menunggu hasil akhir dari usaha kita. Semoga bermanfaat.*(SPt)
Insyaallah bersambung …
Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com.
Untuk Produk terkait bisa di lihat pada situs www.sentralternak.indonetwork.co.id
BACA SELENGKAPNYA »»  

Cara Tepat Menghasilkan Itik Potong yang Seragam


12th Jan, 2011

Cara Tepat Menghasilkan Itik Potong yang Seragam

DOD itik, itik jantan, itik potongwww.sentralternak.com, Salah satu tujuan dalam beternak itik adalah untuk menghasilkan itik potong dengan kriteria berat potong tertentu pada saat umur tertentu pula. Pasokan itik potong selama ini bisa berasal dari dua sumber yaitu itik jantan umur muda dan itik petelur yang sudah afkir. Yang akan kita bicarakan sekarang adalah cara beternak itik jantan sehingga bisa dicapai berat potong yang seragam pada saat umur panen. Mengapa? Karena dengan memperhatikan berat/bentuk keseragaman itik akan menjadi ‘mudah’ baik dari segi manajemen pemeliharaan pemasaran dan yang lainnya.
Berikut petunjuk praktis (tips) untuk menghasilkan itik potong yang seragam :
Membeli DOD yang seragam
Menghasilkan itik potong yang seragam bermula dari sini, sehingga apabila memungkinkan belilah DOD yang berat/bentuk badannya seragam. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menjalin kerjasama dengan produsen DOD yang terpercaya. Apabila anda membeli DOD dari tempat lain dan terpau jarank yang cukup jauh maka hal yang perlu diperhatikan adalah penangan DOD itik tersebut baik ketika akan dikirim, dalam proses pengiriman dan ketika awal kedatangan di kandang anda. Produsen bibit biasanya memberikan tambahan kecambah dalam bok sebagai ganti minum selama perjalanan. Kita ketahui kecambah adalah sayuran yang banyak mengandung air dan tidak mengandung pestisida sehingga aman dikonsumsi anak itik. Segera setelah DOD sampai di kandang, DOD diberi minuman yang berenergi tinggi dan berelektrolit. Pemberian minum yang dilakukan dengan segera bertujuan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, sehingga kehilangan berat badan dapat dicegah. Pemberian minuman berelektrolit dilakukan untuk mengganti elektrolit yang hilang, sedangkan minuman berenergi yang diberikan sebagai sumber tenaga baru. Jika hal ini dilakukan, maka kehilangan berat badan dapat dicegah dan DOD akan mempunyai kesehatan yang normal kembali. Ibarat jika kita bertamu ke keluarga yang jauh, ketika baru datang di tempat tujuan dan disajikan minuman yang berelektolit (sengaja tidak menyebut merk karena tidak ada unsur promosi) atau minuman berenergi (minuman yang manis-manis/berkadar gula tinggi) akan terasa hilang yang namanya dehidrasi, capek, dan yang lainnya. DOD yang terlambat penanganan ketika datang dapat terlihat dari ketidakseragaman berat nantinya.
Pilih jenis kelamin jantan
Secara umum dan sudah terbukti baik secara teori maupun praktek bahwa laju pertumbuhan itik jantan lebih cepat dari pada itik betina sehingga berat badan akhir pada umur pemeliharaan itik jantan dan betina tentu berbeda. Oleh karenanya, memelihara DOD untuk tujuan potong sebaiknya di pilih satu jenis kelamin saja yaitu jantan saja untuk mencapai keseragaman hasil akhir. Hal ini tidaklah sulit karena produsen DOD itik telah menjual itik secara terpisah antara jantan dan betina. Pemeliharaan itik jenis jantan saja juga menguntungkan karena harga DOD itik jantan jauh lebih murah daripada DOD itik betina.
Perhatikan jumlah tempat pakan dan minum
Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah tempat pakan dan minum adalah salah satu faktor pendukung yang memberikan andil cukup besar dalam menghasilkan itik potong yang seragam. Jumlah tempat pakan dan tempat air minum yang terlalu sedikit akan membuat itik saling berebutan (bersaing) dalam memperoleh pakan dan minum. Ternak yang dominan akan dengan mudah mendapatkan jatan pakan/minum sedang ternak yang kalah akan kesulitan dalam mendapatkan jatah pakan/minum. Sehingga jumlah tempat pakan dan minum yang sedikit akan membuat pertumbuhan itik tidak merata sehingga secara otomatis menyebabkan ketidakseragaman berat akhir. Biasanya peternak memberi tempat pakan sebanyak 3-4 buah untuk 50 ekor. Begitu juga kebutuhan tempat minum tidak jauh beda dengan jumlah kebutuhan tempat pakan
Perhatikan kepadatan kandang
Kepadatan kandang juga dapat mempengaruhi keseragaman berat badan. Kandang yang terlalu padat menyebabkan itik tidak mendapatkan pakan dan minum secara serentak. Kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat memunculkan stress dan akibat lainnya. Selain itu, kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat juga menciptakan prilaku dominasi pada sekelompok itik. Berdasarkan referensi yang ada kepadatan kandang 10-15 ekor/m2 untuk itik umur 5-6 minggu dianggap masih cukup baik.
Bentuk pakan
Mengapa kami tidak berbicara masalah kualitas dan kuantitas pakan? Jawabannya adalah kami yakin anda sudah paham dan mengetahui akan hal ini akan tetapi keseragaman bentuk pakan mungkin sering terlupakan oleh peternak. Perlu anda ketahui bahwa pakan yang tercampur secara tidak merata dapat menyebabkan ketidakseragaman berat akhir itik potong. Hal ini disebabkan itik tidak menerima zat gizi secara optimal karena pakan yang tercampur tidak merata. Ada itik yang kelebihan dalam menerima zat gizi dan ada pula itik yang kekurangan dalam mendapatkan zat gizi. Karena dalam pencampuran pakan tersebut mungkin ada bagian pakan yang kaya akan zat gizi (bisa karena bentuk butiran yang agak besar atau bisa juga karena memang terdapat dominasi bahan pakan yang kaya zat gizi tertentu). Untuk menghindari hal ini, maka tidak ada jalan lain kecuali melakukan pencampuran bahan pakan secara merata. Sebagai gambaran dinding tembok rumah kita, ada bagian yang mudah kita tancapkan paku dan ada pula bagian yang susah untuk kita tancapkan paku. Mengapa karena campuran bahan pembuat (luluh) didnding tida tercampur secara merata.
Abnormalitas dan penyakit
Abnomalitas bibit bisa disebabkan oleh kelainan metabolik seperti defisiensi atau kelebihan zat gizi, abnormalitas bentuk tubuh dan infeksi penyakit. Kelainan metabolisme dapat mempengaruhi tingkat efisiensi dalam penggunaan pakan sehingga berpengaruh pula pada laju pertumbuhan. Abnormalitas seperti itik yang mengalami kelainan kaki (pengkor) menyebabkan ia sulit untuk mendapatkan pakan dan minum. Hal ini menyebabkan itik yang bersangkutan bisa mengalami kekurangan zat gizi, sehingga pertumbuhan terhambat. Kemudian itik yang terkena infeksi penyakit secara umum dapatkan mengakibatkan nafsu makannya menurun sehingga jelas akan berpengaruh pada pertumbuhan. Kalau terjadi hal demikian maka langkah yang kita tempuh adalah  variasi cara memperlakukan individu ternak seperti pemisahan ternak yang mengalami ganguan abnormalitas atau penyakit pada kandang tersendiri (kandang isolasi/karantina). Kita pantau/monitor para pegawai kandang terhadap variasi cara ini agar kelak tujuan kita untuk mendapatkan itik potong yang seragam dapat tercapai.
Pencahayaan
Pernah melihat tayangan buah raksasa pada televisi atau media informasi lainnya? Ternyata buah raksasa yang dihasilkan salah satu kuncinya adalah perpaduan dalam hal pencahayaan.  Ternak yang mendapatkan tingkat pencahayaan yang berbeda (alami atau buatan) akan berbeda pula tingkat pertumbuhannya.  Tingkat pencahayaan yang berbeda akan berpengaruh pada stimulasi pada glandula pituitari sehingga dapat menyebabkan sebagian ternak mencapai dewasa kelamin lebih awal/lambat. Untuk mengatasi apabila pencahayaan kurang (kondisi cuaca mendung/sering hujan) maka dapat dilakukan penambahan cahaya secara buatan.
Suhu kandang
Sudah menjadi rahasia umum bahwa suhu lingkungan dapat mempengaruhi pertumbuhan ternak. Pada saat anak itik masih umur DOD maka anak itik masih memerlukan panas tambahan sehingga pemberian suhu pemanas buatan yang tepat akan mampu menciptakan suhu kandang yang ideal. Sebagai contoh anak itik yang mendapat panas berlebihan (suhu terlalu tinggi), nafsu makan akan menjadi menurun sedangkan nafsu minum akan semakin meningkat begitu pula sebaliknya. Demikian pula masalah letak posisi kandang, bagian kandang yang terkena sinar matahari akan lebih kering sehingga bagian tersebut tidak terlalu lembab.
Kesimpulan dari uraian di atas adalah mencari jalan keluar dari hal-hal yang dapat menyebabkan ketidakseragaman itik pada saat umr potong. Sebagian besar penyebab ketidakseragaman berat badan pada itik potong dapat diatasi oleh peternak karena sebagian besar penyebab tersebut berasal dari faktor manajemen pemeliharaan. Kalau hal-hal di atas terabaikan dapat menyebabkan ketidakseragaman dalam hal pertumbuhan itik potong yang pada akhirnya akan mengurangi keuntungan atau bahkan bisa menjadi salah satu sebab kerugian usaha. Semoga bermanfaat* (SPt)

Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com
BACA SELENGKAPNYA »»  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...