Model Budidaya Bebek Peking

Budidaya bebek peking dapat dilakukan dalam beberapa model pemeliharaan.
Model pemeliharaan bebek peking yang lazim dilakukan antara lain dengan
sistim ekstensif, semi intensif dan pemeliharaan intensif.
Budidaya bebek peking dengan cara pemeliharaan ekstensif
merupakan cara tradisional dimana bebek dipelihara dengan cara
digembalakan tanpa memperhatikan kandang maupun makanan, karena
ternak-ternak tersebut dilepas di tempat-tempat yang mempunyai sumber
pakan alami misalnya didaerah-daerah pesawahan yang baru panen.
Pemeliharaan dengan system Semi Intesif, dimana
ternak-ternak yang dipelihara sudah memperhatikan kandang ternak dan
diberi makan tetapi sewaktu-waktu dilepas untuk mencari makan sewaktu
ada peluang pada saat panen padi ataupun pada tempat-tempat yang
mempunyai potensi sumber pakan yang alami.
Sedangkan
Pemeliharaan yang Intensif, ternak-ternak
peliharaan selalu ditempatkan dikandang dan diberi makan secara terus
menerus serta sudah memperhatikan aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak
secara ilmiah dan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang
dianjurkan.
Cara budidaya bebek peking dengan sistem
pemeliharaan intensif lebih sesuai dan memberikan peluang keuntunga yang
lebih besar. Dengan budidaya bebek peking intensif dalam masa
pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah bisa
mencapai diatas 3 kg dengan kondisi makanan yang baik dan Itik sudah
siap dijual sebagai
Itik Pedaging, dengan kualitas daging yang prima.
Budidaya Bebek Peking Untuk Penggemukan
Untuk
Pemeliharaan Itik Peking/Peking Duck dengan tujuan penggemukan hanya dilaksanakan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu dari Itik berumur 1 (satu) hari sampai
Itik Peking
tersebut siap dijual. Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik ,berat
badan Itik Peking yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan.,
kurang lebih 55- 60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari.
Pada umumnya Itik-Itik yang dipelihara untuk tujuan ini adalah Itik
Peking yang jantan, tetapi yang betinanyapun mempunyai kemampuan yang
sama dengan yang jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat.
Kalau kita bandingkan antara waktu pemeliharaan dengan hasil produksi
daging yang dihasilkan antara
Itik Peking/Peking Duck dengan Ayam Ras Pedaging akan lebih unggul Itik Peking, dimana untuk
Itik Peking
dengan waktu Pemeliharaan sekitar 53 –55 hari bisa menghasilkan daging
berat hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk Ayam Ras pedaging dengan
jangka waktu pemeliharaan sekitar 32- 35 hari menghasilkan daging berat
hidup sekitar 1,2 – 1,5 kg,sehingga apabila kita bandingkan dengan waktu
yang sama maka akan diperoleh berat daging Itik Peking melebihi berat dari pada Ayam Ras Pedaging
Memelihara Anak bebek peking (Masa Starter)
Pemeliharaan anak/masa starter dimulai pada saat
Itik Peking (Peking Duck) berumur 1 hari sampai umur 60 hari.
Pada masa ini anak-anak Itik dipelihara dalam kandang khusus dengan
memakai pemanas/induk buatan. Pada umur 1 –14 hari anak itik tidak tahan
dengan cuaca dingin karena belum dilengkapi dengan bulu yang sempurna
untuk menahan dingin. Anak
bebek peking diberi makan khusus yaitu pakan anak yang mempunyai kandungan protein sekitar 19 – 21 % kadar protein dan lebih dikenal dengan
makanan “Starter”.
Setelah umur 14 hari anak
Itik peking tersebut sudah
mampu untuk menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu
dengan induk buatan(pemanas), di kandang ini bisa dipelihara sampai umur
60 hari bagi pemeliharaan Pembibitan, selanjutnya setelah umur diatas
60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (
Grower).
Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun
menggunakan kandang Box, untuk kandang Box biasanya dilakukan pada umur 1
– 14 hari sedangkan dari umur 15 – 60 hari dilaksanakan pada kandang
postal karena badan itik
sudah mulai besar .Kapasitas kandang pada periode ini yaitu 10 – 15 ekor/m2.
Pemeliharaan Masa Pertumbuhan (Periode Grower)
Periode pemeliharaan Itik Peking pada masa pertumbuhan/masa Grower, perlu diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang banyak dipelihara adalah
Itik Peking (Peking Duck) Betina
seabagai calon Bibit pengganti /Replecement Stock atau persediaan Bibit
dan juga Itik Peking Jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengganti.
Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit
pengganti yang mempunyai kelebihan/keunggulan tertentu sebagai bibit
pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 ( 1 Jantan 4
betina). Pada periode ini Itik yang dipelihara berumur antara 61 hari
sampai dengan 150 hari,sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar
6 – 8 ekor/m2.
Pemeliharaan Peking Duck Layer/Periode bertelur
Itik Peking/Peking Duck yang sudah berumur 5 bulan atau lebih baik jantan maupun betina dikatagorikan sebaga
i Itik Layer karena pada saat ini kondisi Itik sudah bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan
tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan.
Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang
Itik Dewasa ,kandang itik ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta
kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan
kolam/saluran air yang berfungsi
untuk mandi Itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex
ratio sekitar 1 : 4 ( 1 jantan 4 betina). Ternak-ternak ini berfungsi
sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber
DOD yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan
Itik Peking. Kapasitas dikandang dewasa sekitar 3 – 5 ekor. Selamat Mencoba
Pedoman Praktis Budidaya Itik Peking (Peking Duck)
www.sentralternak.com,
Banyak pertanyaan yang masuk kepada kami seputar DOD itik peking dan
cara beternak itik jenis pedaging ini. Karena kapasitas kami yang kurang
memadahi dan waktu yang kami miliki juga sangat terbatas maka kami
menurunkan sebuah artikel yang ditulis oleh Bapak Ir. H. Idih Purnama
Alam dengan judul “BUDIDAYA ITIK PEKING (PEKING DUCK)”. Beliau adalah
pegawai Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, sehingga menjadi sangat
pas lah ketika pakar dan ahlinya yang berbicara. Namun tidak menutup
kemungkinan kalau ada pertanyaan dari pembaca seputar produk ini kami
akan berusaha menjawabnya sebatas kemampuan dan kapasitas kami,
insyaallah. Semoga bermanfaat.
Latar BelakangSeperti
kita ketahui bersama, bahwa perkembangan perunggasan sejak awal tahun
2004 telah banyak didera dengan berbagai cobaan yang banyak
mengakibatkan terpuruknya usaha di bidang perunggasan, baik itu peternak
ayam ras (petelur/pedaging), ayam buras maupun peternak itik. Dimulai
dengan adanya serangan penyakit unggas yang terkenal ganas yaitu
penyakit avian influenza (AI) atau yang lebih populer dengan sebutan
penyakit flu burung sampai dengan kenaikan harga bahan baku pakan ternak
maupun pakan ternak jadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak,
kondisi seperti itu dirasa sangat menekan terhadap perkembangan
perunggasan secara menyeluruh.Pembangunan sub sektor peternakan tidak
bisa terlepas dari kegiatan pembangunan pertanian, karena pembangunan
sub sector peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian, hal
ini sejalan dengan apa yang telah dicanangkan oleh bapak presiden
republik indonesia pada tanggal 11 juni 2005 tentang revitalisasi
pertanian, perikanan dan kehutanan (RPPK) di mana peternakan termasuk
didalamnya.
Apabila kita amati bersama dari kondisi yang telah terjadi dalam
pengembangan pembangunan peternakan fokus yang paling menonjol dan perlu
mendapat perhatian serius adalah komodity perunggasan, hal ini
disebabkan dengan banyaknya kasus penyakit ai maupun kenaikan harga
pakan serta penurunan minat masyarakat terhadap budi daya unggas
terutama unggas berupa ayam buras, malahan tidak sedikit kasus penyakit
ai ini yang menyerang terhadap manusia, sehingga pembangunan perunggasan
perlu disikapi dengan arif dan selectif serta harus bisa menciptakan
terobosan alternatif untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan daging yang
berasal dari unggas.
Dari pengalaman di lapangan ternyata ada komodity lain selain ayam
ras pedaging yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan daging dengan
waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging
yaitu unggas air berupa itik peking (peking duck). Di mana peking duck
mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari 2
bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 - 3,3 kg, sehingga sudah
siap untuk dipotong.hal ini telah dibuktikan oleh peternak di kapetakan
kecamatan kroya kabupaten Cirebon di mana itik peking umur 53 hari bisa
mencapai berat badan sekitar 3,25 kg. Seperti yang telah dimuat dalam
harian kompas terbitan Juni 2007.
Dengan melihat kondisi seperti tersebut di atas kami mencoba membuat
tulisan mengenai budi daya itik peking dalam rangka akselerasi
pembangunan peternakan unggas air untuk pemenuhan kebutuhan akan daging
dalam waktu yang relatif cepat, mudah dan bisa dikembangkan oleh
masyarakat di pedesaan.
Maksud dan Tujuan
Maksud dari pola pengembangan pemeliharaan itik peking ini antara lain:
- Untuk mencari alternatif terobosan dalam rangka mempercepat produksi daging yang berasal dari unggas air (itik).
- Merubah pola usaha unggas air (itik) dari yang nomaden ke arah yang intensif.
- Menjadikan usaha unggas air (itik) menjadi usaha pokok masyarakat.
- Menciptakan peternak yang mandiri dan berkualitas (peternak tangguh).
- Menyediakan permintaan pasar terutama permintaan daging itik yang bekualitas.
Sedangkan tujuan dari budi daya itik peking (peking duck) ini antara lain:
- Meningkatkan produksi daging itik yang berkualitas.
- Meningkatkan pendapatan dari para peternak itik.
- Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan.
- Mengurangi tingkat pengangguran.
- Memperkenalkan usaha peternakan itik jenis pedaging yang bisa
menghasilkan daging kualitas prima dalam waktu relatif singkat
- Disamping penyediaan daging, juga bisa menghasilkan bulu itik (feathers duck) sebagai bahan kerajinan seperti shutle cok, jok kursi, kamoceng dll.
Permasalahan
Dalam setiap kegiatan, tentunya selalu timbul permasalahan baik
permasalahan yang besar maupun pemasalahan kecil, dan setiap
permasalahan perlu dicarikan alternatif pemecahannya. Masalah itik
peking ini ada sedikit permasalahan yang kiranya perlu diambil
langkah-langkah untuk mencapai keberhasilan dan yang timbul pada saat
ini diantaranya :
- Permintaan daging itik peking di pasaran cukup tinggi, tetapi
sumber pasokan daging pada saat ini masih mengandalkan kepada
daging import.
- Budi daya itik peking pada saat ini masih dikuasai oleh
pengusaha besar, sedangkan peternak di pedesaan masih relatif
sedikit.
- Penyediaan bakalan (DOD) peking masih bersifat tertutup, belum secara mudah didapatkan oleh masyarakat luas.
Pola Pengembangan Budidaya Itik Peking (Peking Duck)
System pemeliharaan
Untuk menentukan suatu bentuk usaha terutama dalam usaha ternak itik,
maka yang pertama kali diperhatikan yaitu tujuan usaha, apakah
tujuannya untuk menghasilkan daging konsumsi atau mau menghasilkan bibit
supaya untuk langkah selanjutnya bisa ditentukan system pemeliharaan
yang akan diambil.
Dalam usaha perunggasan terutama unggas air (itik) dikenal dengan system pemeliharaan yaitu:
- System pemeliharaan extensif
- System pemeliharaan semi intensif
- System pemeliharaan intensif
System pemeliharaan extensif, di mana pada system ini ternak-ternak
dipelihara dengan cara di abur/digembalakan tanpa memperhatikan kandang
maupun makanan, karena ternak-ternak tersebut dilepas di tempat-tempat
yang mempunyai sumber pakan alami misalnya di daerah-daerah persawahan
yang baru panen. Pemeliharaan ini dilaksanakan oleh para peternak yang
bersifat tradisional dan nomaden, kondisi ini banyak ditemukan di daerah
Jawa Barat bagian utara, karena daerah pantura ini merupakan daerah
persawahan yang cukup luas sehingga menjadi potensi bagi pengembangan
itik dengan system extensif.
Pemeliharaan dengan system semi intesif, di mana ternak-ternak yang
di pelihara sudah memperhatikan kandang ternak dan diberi makan tetapi
sewaktu-waktu dilepas untuk mencari makan sewaktu ada peluang pada saat
panen padi ataupun pada tempat-tempat yang mempunyai potensi sumber
pakan yang alami
Sedangkan pemeliharaan yang intensif, ternak-ternak peliharaan selalu
di tempatkan dikandang dan diberi makan secara terus menerus serta
sudah memperhatikan aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak secara ilmiah
dan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang dianjurkan.
Untuk pemeliharaan itik peking (peking duck), lebih tepat apabila
dilaksanakan dengan system intensif, hal ini disebabkan itik peking
(peking duck) merupakan itik ras pedaging yang mempunyai kemampuan
kecepatan pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, di mana dalam
kurun waktu pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah
bisa mencapai di atas 3 kg dengan kondisi makanan yang baik dan itik
sudah siap dijual sebagai itik pedaging, dengan kualitas daging yang
prima.
Dalam usaha budi daya itik peking (peking duck) ini dikenal beberapa
tahapan pemeliharaan, terutama untuk usaha budidaya pembibitan sedangkan
untuk budi daya penggemukan (penghasil daging) hanya dikenal 1 (satu)
tahapan pemeliharaan.
Tahapan Pemeliharaan Pembibitan :
A. Pemeliharaan anak (masa starter)
Pemeliharaan anak/masa starter dimulai pada saat itik peking (peking
duck) berumur 1 hari sampai umur 60 hari, di mana anak-anak itik
dipelihara dalam kandang khusus yaitu untuk kandang anak dengan memakai
pemanas/induk buatan dalam rangka menghangatkan tubuh dari anak itik
tersebut, hal ini disebabkan pada umur 1-14 hari anak itik tidak tahan
dengan cuaca dingin karena belum dilengkapi dengan bulu yang sempurna
untuk menahan dingin, sehingga perlu adanya bantuan induk buatan sebagai
penghangat tubuh, serta anak itik diberi makan khusus yaitu pakan anak
yang mempunyai kandungan protein sekitar 19 - 21% kadar protein dan
lebih dikenal dengan pakan “starter”. Setelah umur 14 hari anak itik
tersebut sudah mampu untuk menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi
dibantu dengan induk buatan (pemanas), di kandang ini bisa dipelihara
sampai umur 60 hari bagi pemeliharaan pembibitan, selanjutnya setelah
umur di atas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (grower).
Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan
kandang box, untuk kandang box biasanya dilakukan pada umur 1 - 14 hari
sedangkan dari umur 15 - 60 hari dilaksanakan pada kandang postal
karena badan itik sudah mulai besar. Kapasitas kandang pada periode ini
yaitu 10 - 15 ekor/m
2.
B. Pemeliharaan masa pertumbuhan (periode grower)
Periode pemeliharaan itik peking pada masa pertumbuhan/masa grower,
perlu diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang
banyak dipelihara adalah itik peking (peking duck) betina sebagai calon
bibit pengganti /replacement stock atau persediaan bibit dan juga itik
peking jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengganti. Untuk
mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit pengganti
yang mempunyai kelebihan atau keunggulan tertentu sebagai bibit
pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 ( 1 jantan 4
betina). Pada periode ini itik yang dipelihara berumur antara 61 hari
sampai dengan 150 hari, sedangkan kapasitas kandang pada masa ini
sekitar 6 - 8 ekor/m
2.
C. Pemeliharaan peking duck layer/periode bertelur
Itik peking/peking duck yang sudah berumur 5 bulan atau lebih baik
jantan maupun betina dikategorikan sebagai itik layer karena pada saat
ini kondisi itik sudah bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang
mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan tetapi secara umum mulai bertelur
normal pada umur 6 bulan. Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang
khusus, yaitu kandang itik dewasa , kandang itik ini dilengkapi dengan
tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang
dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi untuk mandi itik dan
mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar 1 : 4 (
1 jantan banding 4 betina). Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit
penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber dod yang
dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan itik peking. Kapasitas dikandang
dewasa sekitar 3 - 5 ekor/m
2.
Tahap Pemeliharaan Penggemukan
Untuk pemeliharaan itik peking/peking duck dengan tujuan penggemukan
hanya dilaksanakan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu dari itik
berumur 1 (satu) hari sampai itik peking tersebut siap dijual. Dengan
makanan dan pemeliharaan yang baik ,berat badan itik peking yaitu
mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan kurang lebih 55- 60 hari
yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari. Pada umumnya itik-itik yang
dipelihara untuk tujuan ini adalah itik peking yang jantan, tetapi yang
betinanya pun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang jantan hanya
berbeda sedikit saja dalam hal berat.
Kalau kita bandingkan antara waktu pemeliharaan dengan hasil produksi
daging yang dihasilkan antara itik peking/peking duck dengan ayam ras
pedaging akan lebih unggul itik peking, di mana untuk itik peking dengan
waktu pemeliharaan sekitar 53 - 55 hari bisa menghasilkan daging berat
hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk ayam ras pedaging dengan jangka
waktu pemeliharaan sekitar 32- 35 hari menghasilkan daging berat hidup
sekitar 1,2 - 1,5 kg, sehingga apabila kita bandingkan dengan waktu yang
sama maka akan diperoleh berat daging itik peking melebihi berat dari
pada ayam ras pedaging. Silahkan buktikan!
Sistem Perkandangan
Sistem perkandangan dalam budi daya itik peking/peking duck bisa dikenal 3 tipe kandang diantaranya :
1. Tipe kandang battery
Dalam tipe kandang ini, ternak dikandangkan satu persatu dalam satu
kotak dengan ukuran yang hanya cukup untuk 1 ekor itik peking/peking
duck dewasa, dengan ukuran kandang panjang x lebar x tinggi (45 x 45 x
35 cm). Dengan tipe kandang ini biaya untuk kandang relatif lebih tinggi
apabila dibandingkan dengan tipe kandang yang lain. Dengan tipe kandang
battery ini, maka sistem perkawinannya harus menggunakan kawin buatan
(insiminasi buatan) yang dilakukan oleh tenaga manusia yang ahli dalam
insiminasi buatan dengan istilah inseminator. Pada tipe kandang ini
kondisi ternak maupun produksi telur dari pada itik peking/peking duck
bisa terkontrol secara satu persatu, apakah produktivitasnya tinggi atau
rendah, begitu juga dalam pengontrolan penyakitnya akan lebih mudah
terkontrol.
2. Tipe kandang postal
Dalam usaha ternak itik yang menggunakan tipe kandang postal, di mana
ternak-ternak peliharaan ditempatkan dalam satu ruangan besar dengan
jumlah ternak tertentu, di mana pemberian makan dan minuman ditempatkan
di dalam ruangan kandang, sehingga ternak itik yang dipelihara selalu
berada di dalam ruangan, biasanya tipe ini dalam pemeliharaan itik hanya
digunakan untuk itik starter dan grower/masa pertumbuhan tetapi
adakalanya digunakan untuk itik periode layer. Kapasitas itik untuk tipe
kandang postal ini tergantung dari pada jenis itik yang dipelihara
apakah jenis itik starter atau itik grower, untuk umur itik periode
starter kapasitas kandang yang digunakan yaitu sekitar 10 - 15 ekor/m
2, sedangkan apabila digunakan untuk preiode grower yaitu sekitar 6 - 8 ekor/m
2, seandainya digunakan untuk periode layer kapasitas kandang sekitar 3 - 5 ekor/m
2.
3. Tipe kandang ranch
Tipe kandang ranch ini merupakan pengembangan dari tipe kandang
postal, di mana dalam kandang tipe ranch ini selain ada ruangan tempat
ternak juga di bagian luar/di halaman depannya disediakan halaman tempat
bermain yang biasa dikenal dengan nama kandang umbaran yang dilengkapi
dengan saluran air atau kolam, yang berfungsi untuk mandi/membersihkan
kotoran yang menempel di badannya serta berfungsi pula untuk
mendinginkan tubuh di waktu siang hari, hal ini disebabkan itik peking
merupakan jenis unggas yang tidak tahan terhadap panas, sehingga harus
disediakan air untuk pendingin tubuhnya. Tipe kandang ini lebih cocok
untuk pemeliharaan ternak unggas air dengan cara pemeliharaan yang
intensif.